Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Persija Jakarta. Striker muda mereka, Mauro Zijlstra, dipastikan mengalami cedera yang lebih serius dari perkiraan awal. Kondisi ini memaksa pemain yang sempat mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia tersebut untuk menepi dari lapangan hijau selama satu hingga dua bulan ke depan, menjadi pukulan bagi Macan Kemayoran yang tengah berjuang di kompetisi domestik.
Zijlstra diketahui mengalami cedera saat membela Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026. Dalam pertandingan tersebut, ia tampil impresif dan bahkan berhasil mencetak gol. Namun, setelah laga itu, kondisi fisiknya dilaporkan menurun drastis. Tim medis Timnas sempat mengidentifikasi adanya nyeri pada otot paha, namun tekanan jadwal pertandingan membuatnya tetap dimainkan hingga situasi memburuk.
Akibat cedera tersebut, Zijlstra harus absen dalam dua pertandingan penting Persija, yakni melawan Borneo FC Samarinda dan Dewa United. Kehilangan penyerang lincah dengan naluri mencetak gol ini jelas terasa, mengingat lini serang Persija baru saja menemukan pola permainan yang lebih cair. Pelatih terpaksa mengandalkan opsi lain yang belum sepenuhnya padu untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Zijlstra.
Diagnosis dan Program Pemulihan
Penjelasan resmi mengenai kondisi Zijlstra kemudian disampaikan oleh tim medis Persija. Dokter tim menegaskan bahwa cedera yang dialami bukanlah jenis baru, melainkan kambuhan dari masalah otot yang pernah muncul sebelumnya. Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan adanya robekan pada otot paha bagian belakang.
Menanggapi diagnosis tersebut, staf medis Persija telah menyusun program rehabilitasi bertahap. Program ini mencakup terapi fisik intensif, latihan penguatan, serta pembatasan beban aktivitas hingga Zijlstra dinyatakan benar-benar pulih. Tim medis akan memantau perkembangan sang pemain setiap minggu.
Masa pemulihan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan, bergantung pada respons otot selama rehabilitasi. Risiko cedera ulang pada kasus seperti ini cukup tinggi, sehingga keputusan untuk mempercepat atau menunda comeback Zijlstra akan diambil dengan sangat hati-hati. Hal ini juga mempertimbangkan usia Zijlstra yang masih muda dan potensi jangka panjangnya di dunia sepak bola.




