Pasar Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon mencatat peningkatan signifikan jumlah pengunjung pada masa libur Lebaran tahun ini. Lonjakan ini, yang terjadi terutama sejak H+1 hingga H+4 Lebaran, menjadi indikasi positif bagi geliat sektor perdagangan batik di wilayah tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana Pasar Batik Trusmi ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Meskipun data resmi mengenai jumlah pengunjung belum terhimpun, pihak pengelola mengakui adanya peningkatan yang substansial dibandingkan hari-hari biasa.
Kondisi pasar yang kembali bergairah ini memicu optimisme bagi pengelola untuk terus berinovasi. Mereka bertekad menjaga daya tarik Pasar Batik Trusmi agar tetap menjadi destinasi utama wisata belanja di Cirebon.
Dalam upaya meningkatkan kunjungan, pengelola berencana mengintegrasikan usaha kuliner di sekitar pasar sebagai daya tarik tambahan bagi para wisatawan. Selain itu, langkah strategis digitalisasi juga akan digencarkan.
Pemanfaatan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, serta platform e-commerce, diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pedagang dan mendorong penjualan secara daring di era digital.
Dengan implementasi strategi komprehensif ini, pengelola berharap Pasar Batik Trusmi dapat terus berkembang. Pasar ini diharapkan semakin kokoh sebagai ikon perdagangan batik kebanggaan Cirebon.




