Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, menyoroti ketatnya persaingan di skuad Garuda yang kini diperkuat oleh gelombang pemain diaspora. Menurut Baggott, kompetisi internal ini justru membawa dampak positif, meningkatkan kualitas tim, dan membuka peluang bagi Indonesia untuk memperbaiki peringkat FIFA hingga lolos ke Piala Dunia.

Baggott terakhir kali membela Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2023 di Qatar awal tahun 2024. Setelah turnamen tersebut, bek keturunan Inggris ini sempat absen dari beberapa panggilan tim nasional karena fokus mengamankan posisi di klubnya.

Selama periode tersebut, proses penguatan skuad Merah Putih terus berjalan dengan masuknya sejumlah pemain diaspora. Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Ole Romeny kini telah bergabung, menambah kedalaman tim, terutama di sektor pertahanan dan sayap.

Kehadiran para pemain baru ini menciptakan persaingan sengit untuk memperebutkan tempat di starting XI. Di lini belakang, Baggott harus bersaing dengan pemain-pemain berkualitas seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner.

Meski demikian, Baggott memandang situasi ini sebagai hal yang konstruktif bagi perkembangan tim. Ia meyakini bahwa kompetisi dengan pemain yang berkarier di liga-liga top Eropa akan berdampak langsung pada peningkatan performa individu dan kolektif.

Elkan Baggott Optimistis Kualitas Tim Meningkat

“Bersaing dengan pemain yang bermain di liga top Eropa akan membantu saya dan pemain lain untuk terus berkembang, meningkatkan performa, dan membantu Indonesia naik di peringkat FIFA serta, semoga, lolos ke Piala Dunia,” ujar Baggott, seperti dikutip dari Kita Garuda.

Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan akan menghadapi Saint Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026, malam WIB. Pertandingan tersebut akan dimulai pukul 20.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah Baggott akan langsung diturunkan sebagai starter, dengan keputusan akhir yang akan diumumkan oleh pelatih menjelang pertandingan.