Legenda AC Milan, Andriy Shevchenko, menyoroti posisi penyerang Rafael Leao di tengah ketatnya persaingan gelar Serie A musim ini. Shevchenko secara tegas menyatakan bahwa Leao bukanlah penyerang murni, sekaligus menekankan pentingnya sikap sang pemain bagi tim.

AC Milan baru saja mencatat kemenangan krusial 3-2 atas Torino. Hasil ini memungkinkan mereka terus memberikan tekanan kepada Inter Milan yang berada di puncak klasemen, dengan selisih poin kini terpangkas menjadi enam angka dan menyisakan delapan pertandingan.

Pertarungan untuk Scudetto semakin terbuka, mengingat Napoli juga masih berada dalam persaingan gelar. Kondisi ini menciptakan kemungkinan bagi tiga tim teratas untuk bersaing ketat hingga akhir musim.

Di tengah suasana positif ini, perhatian publik juga tertuju pada penampilan dan posisi Rafael Leao. Pemain asal Portugal tersebut dinilai belum sepenuhnya tampil optimal ketika dimainkan sebagai penyerang tengah.

Milan terus menunjukkan performa kompetitif, meskipun Inter masih memimpin klasemen. Kemenangan atas Torino menjadi pendorong penting untuk menjaga asa juara. Kebangkitan tim juga dipengaruhi oleh reaksi positif setelah kekalahan dari Lazio, di mana Pelatih Massimiliano Allegri disebut berhasil meningkatkan semangat para pemain.

“Inter memiliki skuad yang jauh lebih lengkap serta keunggulan poin, tetapi Milan sedang menjalani musim yang sangat baik. Kemenangan melawan Torino adalah langkah signifikan menuju depan, dan Allegri mampu membangkitkan tim setelah kalah dari Lazio,” jelas Shevchenko.

“Saya yakin Milan akan meraih beberapa kemenangan berikutnya dan menekan Inter. Jika mereka tetap berada di jalur ini, segalanya bisa terjadi dan hasil akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan,” tambah Shevchenko.

Peran Rafael Leao sebagai penyerang tengah telah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Ia dianggap belum sepenuhnya nyaman dengan posisi tersebut. Leao lebih dikenal sebagai pemain sayap kiri yang mengandalkan kecepatan serta kreativitasnya. Proses adaptasinya sebagai ujung tombak tim masih belum terlihat konsisten.

“Rafa bukanlah seorang striker,” tegas Shevchenko.

“Dia diminta untuk berperan sebagai penyerang tengah, tampil baik di sejumlah pertandingan, namun kurang memberikan performa yang sama di pertandingan lain. Kita perlu melihat apakah dia benar-benar ingin berkontribusi pada tim, karena saat ini hanya dia yang dapat bermain di posisi itu,” pungkas Shevchenko.