Arus lalu lintas pemudik di wilayah Cirebon pada musim Lebaran tahun ini terpantau relatif lancar dan kondusif. Meskipun demikian, para pemudik tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang menuju kampung halaman.

Pemerintah daerah Kabupaten Cirebon, bersinergi dengan aparat TNI dan Polri, terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di seluruh jalur mudik. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, mengimbau para pemudik untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur Cirebon. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh dan kendaraan agar tetap prima.

Lebih lanjut, Sophi Zulfia mengajak para pemudik untuk memanfaatkan kesempatan singgah dan menikmati potensi daerah. Destinasi yang ditawarkan meliputi wisata batik Trusmi hingga kuliner khas Cirebon seperti nasi jamblang dan nasi lengko.

Senada dengan imbauan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Muhammadiyah (DPM) Kabupaten Cirebon, Rudiyanto, menyampaikan pesan kebersamaan di momen bulan Syawal. Menurutnya, “perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang wajar dan harus disikapi sebagai rahmat.”

“Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, namun justru menjadi penguat persatuan di tengah masyarakat,” tegas Rudiyanto.

Terkait kondisi lalu lintas, arus kendaraan secara umum terpantau cukup terkendali. Meskipun sempat terjadi kepadatan di beberapa titik, terutama didominasi oleh kendaraan roda dua yang bergerak dari arah barat ke timur, situasi dapat diatasi dengan baik.

Rudiyanto juga kembali mengingatkan pemudik untuk tetap fokus saat berkendara. Ia menyarankan agar pemudik memanfaatkan fasilitas rest area dan posko kesehatan yang tersedia jika merasa lelah atau kurang fit selama perjalanan.

Hingga Senin, 23 Maret 2026, kondisi lalu lintas di wilayah Cirebon terpantau kondusif. Pemudik tetap diminta untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan bersama hingga tiba di tujuan.