LOSC Lille harus mengubur mimpi mereka di Liga Europa UEFA setelah takluk dari Aston Villa di babak 16 besar. Kekalahan ini memicu sorotan tajam, terutama terhadap strategi pelatih Bruno Genesio yang dinilai media Prancis, Le Petit Lillois, sebagai eksperimen yang berujung kegagalan total.
Dalam leg kedua yang berlangsung di Villa Park pada Sabtu, 21 Maret 2026, Lille kembali menelan kekalahan 0-2. Hasil tersebut memastikan mereka tersingkir dengan agregat 0-3, setelah pada leg pertama juga kalah 0-1. Gol kemenangan Aston Villa dicetak oleh John McGinn pada menit ke-54, disusul oleh Leon Bailey di penghujung laga. Sepanjang pertandingan, Lille terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan gagal memberikan perlawanan berarti.
Keputusan Genesio dan Absennya Calvin Verdonk
Salah satu keputusan Genesio yang paling disorot adalah tidak dimainkannya Calvin Verdonk. Pemain berdarah Indonesia itu hanya duduk di bangku cadangan, baik pada leg pertama maupun leg kedua. Padahal, Verdonk kerap menjadi opsi pelapis di sektor kiri pertahanan. Namun, Genesio lebih memilih Romain Perraud sebagai starter untuk mengisi posisi bek sayap kiri.
Tak hanya itu, penggunaan formasi tiga bek tengah juga menuai kritik. Genesio menurunkan Nathan Ngoy, Chancel Mbemba, dan Alexsandro Ribeiro di lini belakang, dengan Thomas Meunier dan Perraud sebagai wing-back.
Kritik Tajam dari Media Prancis
Menurut Le Petit Lillois, strategi tersebut justru mengganggu keseimbangan tim. Minimnya variasi serangan dan lemahnya transisi bertahan disebut sebagai faktor utama yang membuat Lille gagal bersaing dengan Aston Villa. Media tersebut bahkan menyebut bahwa eksperimen serupa bukan pertama kalinya gagal. Sebelumnya, Lille juga sempat mencoba pendekatan serupa dan berujung kekalahan telak 1-4 dari RC Strasbourg di kompetisi domestik.
Dalam ulasannya, Le Petit Lillois menilai keputusan Genesio sebagai “pertaruhan yang tidak berjalan sesuai rencana”. Komposisi pemain yang diturunkan dinilai tidak optimal, terutama dengan absennya beberapa pemain kunci di posisi tertentu.
Performa Romain Perraud
Dari sisi performa individu, Romain Perraud sebenarnya tampil cukup aktif sepanjang pertandingan. Ia mencatatkan akurasi umpan tinggi serta beberapa aksi bertahan. Namun, kontribusinya dalam membantu serangan dinilai masih kurang maksimal, menambah daftar panjang masalah yang dihadapi Lille dalam laga krusial ini.




