Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa percepatan pembangunan perumahan rakyat melalui program 3 juta rumah memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Upaya ini, menurut Hashim, ditujukan khusus untuk menekan angka kasus tuberkulosis (TBC) dan stunting di Indonesia.
Hashim menjelaskan, pemerintah saat ini tengah gencar mendorong pembangunan hunian yang sehat dan layak sebagai bagian integral dari visi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan, isu strategis ini juga kerap menjadi pembahasan utama dalam berbagai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Perumahan Layak Tekan Stunting dan TBC
“Ini yang saya, beberapa kali ketemu Presiden, selalu kita bicara: kita mau wujudkan Indonesia bahagia,” ujar Hashim saat acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
Menurut Hashim, kondisi lingkungan tempat tinggal merupakan salah satu faktor dominan yang memengaruhi kualitas kesehatan anak. Ia menyoroti masih banyaknya keluarga yang belum memiliki akses terhadap hunian layak, sehingga berdampak langsung pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Ibu-ibu yang belum punya rumah, anak-anak yang belum punya hunian yang layak. Kita sudah tahu bahwa lingkungan yang tidak sehat menyebabkan stunting,” tegasnya.
Selain stunting, Hashim juga menyoroti tingginya prevalensi TBC di Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan serius. Ia mengaitkan tingginya kasus TBC dengan kondisi permukiman padat dan kawasan kumuh yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah.
“Kita juga sudah tahu bahwa Indonesia ini nomor dua terjelek di dunia dalam bidang kesehatan tertentu, terutama TBC,” katanya.
Hashim melanjutkan, “Itu diakibatkan apa? Diakibatkan perumahan yang berdekatan, tempat kumuh. Slums. Slums di India, slums di Indonesia. Itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC.”
Dukungan Data dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kondisi ini, kata Hashim, diperkuat oleh hasil program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimanfaatkan oleh jutaan masyarakat. Dari program tersebut, TBC menjadi salah satu penyakit yang paling banyak terdeteksi di tengah masyarakat, termasuk pada anak-anak.
“Saya dengar ini sudah divalidasi dan dibuktikan dengan program check-up gratis. Pemeriksaan kesehatan gratis yang sudah dinikmati oleh 72 juta rakyat kita yang selama ini tidak mampu melakukan check-up,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pembangunan perumahan sehat dinilai sebagai langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini mala petaka bagi bangsa Indonesia: TBC dan stunting,” tegas Hashim.
Ia menambahkan, lingkungan yang sehat akan sangat membantu anak-anak tumbuh lebih optimal dan secara langsung mendukung peningkatan kualitas pendidikan mereka di masa depan.
“Kita sudah tahu kenapa anak-anak kita, yang seharusnya dan sebetulnya pada intinya pintar dan cerdas, tetapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan, dan sebagainya, maka skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah,” pungkas Hashim.




