Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, meninjau langsung pengelolaan sampah di Stasiun Cirebon pada momen mudik Lebaran. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan sampah dapat berjalan optimal, sekaligus mengurangi beban pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur.
Diaz Hendropriyono mendorong agar sampah yang dihasilkan di area stasiun dapat dikelola secara efektif. Hal ini menjadi krusial mengingat Pemerintah Daerah Kota Cirebon menghadapi tantangan serius terkait peningkatan volume sampah di TPA Kopi Luhur, terutama selama periode Ramadan dan arus mudik yang diperkirakan akan menambah akumulasi sampah secara signifikan.
Dalam peninjauan tersebut, Wamen LH didampingi oleh Wakil Wali Kota Cirebon dan jajaran manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka menyoroti potensi lonjakan penumpang yang akan berdampak langsung pada peningkatan volume sampah di stasiun.
Asistensi dan Solusi Pengelolaan Sampah
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan kesiapannya untuk memberikan asistensi penuh agar sampah dari stasiun tidak seluruhnya berakhir di TPA Kopi Luhur. TPA tersebut saat ini sedang dalam tahap transisi dari sistem open dumping menuju sanitary landfill.
Salah satu upaya konkret yang didorong adalah penyediaan fasilitas pemilahan sampah di area stasiun. Fasilitas ini berupa bangunan berukuran sekitar 30 x 6 meter yang dirancang khusus untuk memilah berbagai jenis sampah.
Mengingat karakteristik sampah di stasiun yang didominasi oleh jenis anorganik, KLH juga mendorong kerja sama dengan bank sampah setempat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, sehingga tidak hanya mengurangi volume sampah di TPA tetapi juga menciptakan nilai tambah.




