Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon terus mengintensifkan upaya pemulihan lingkungan. Fokus utama meliputi penanganan banjir dan pengelolaan sampah yang terintegrasi hingga ke tingkat desa.
Berbagai langkah strategis telah diimplementasikan untuk mengatasi persoalan lingkungan di wilayah tersebut. Salah satunya adalah penanaman di lahan-lahan kritis serta pembangunan sumur resapan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap air tanah, yang diharapkan dapat secara signifikan mengurangi potensi terjadinya banjir.
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas dan Pemulihan Lingkungan DLH Kabupaten Cirebon, Alfian Rediana, menyatakan bahwa selain penanganan banjir, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Saat ini, hampir seluruh desa di Kabupaten Cirebon telah memiliki peraturan desa (perdes) yang mengatur tentang pengelolaan sampah dan penataan lingkungan. Perdes ini menjadi landasan hukum bagi pengelolaan sampah di tingkat desa, mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Meskipun demikian, DLH Kabupaten Cirebon mengakui bahwa masih terdapat sejumlah desa yang belum dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan sampah yang optimal. Fasilitas seperti bank sampah atau tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) belum merata di seluruh wilayah.
Kondisi ini menyebabkan pengelolaan sampah di beberapa wilayah masih mengandalkan pola pengangkutan konvensional, di mana sampah diangkut untuk kemudian dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA). DLH berharap ke depan, pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat dapat semakin diperkuat dan diterapkan secara lebih luas.




