Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Cirebon menyiapkan alokasi uang pecahan baru senilai Rp 3,89 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan tingginya antusiasme warga.
Sejak Senin pagi, ratusan warga dari Kota maupun Kabupaten Cirebon tampak antusias memadati lokasi penukaran uang yang diselenggarakan BI Cirebon di GCM. Mereka berbondong-bondong membawa uang tunai untuk ditukarkan dengan pecahan baru, yang akan digunakan untuk tradisi berbagi saat Lebaran.
Tradisi berbagi uang pecahan baru kepada sanak saudara, khususnya anak-anak, menjadi salah satu pendorong utama tingginya animo masyarakat. Untuk dapat menukarkan uang, warga sebelumnya wajib mendaftar melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia.
Total alokasi Rp 3,89 triliun tersebut diperuntukkan bagi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 25,8 persen dibandingkan realisasi penukaran uang baru pada tahun 2025 yang mencapai Rp 3,09 triliun. Peningkatan alokasi ini didasari oleh terus meningkatnya antusiasme warga serta pertumbuhan ekonomi masyarakat yang positif.
Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan baru di seluruh perbankan yang ditunjuk Bank Indonesia. Nominal maksimal penukaran adalah Rp 5.300.000, yang terdiri dari pecahan Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.




