DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon menggelar pertemuan dengan perwakilan pedagang pasar tradisional, Forkopimda, dan pemerintah daerah. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pasar tradisional.

Pertemuan yang berlangsung di momen Ramadan ini juga menandai peresmian sekretariat baru DPD APPSI Kota Cirebon di sekitar Jalan Katiasa, Harjamukti. Sekretariat ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi dan pengelolaan pasar tradisional di Kota Cirebon.

Selain Forkopimda dan pemerintah daerah, turut hadir perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan. Diskusi berfokus pada upaya memperkuat sinergitas, terutama mengingat kondisi pasar tradisional yang mengalami penurunan daya beli.

APPSI menegaskan komitmennya untuk mengakomodasi aspirasi para pedagang dan menjembatani sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah. Tujuannya adalah memastikan kesejahteraan para pedagang pasar tradisional dapat terus terjaga dan dirasakan.

APPSI Waspadai Dampak Geopolitik terhadap Harga Impor dan Energi

Menanggapi adanya konflik geopolitik di Timur Tengah, DPD APPSI Kota Cirebon menyatakan bahwa kondisi tersebut belum berpotensi menimbulkan efek domino terhadap harga pangan di daerah. Bahan pangan lokal di Kota Cirebon dilaporkan masih stabil.

Namun, APPSI memberikan peringatan keras terkait barang-barang impor dan sektor energi. Kedua sektor ini dinilai sangat rentan terdampak oleh gejolak global, sehingga perlu diwaspadai potensi timbulnya inflasi di masa mendatang.