Banyak individu tetap ingin menjaga kebugaran fisik selama bulan suci Ramadan, salah satunya dengan berolahraga lari. Namun, aktivitas ini tidak dapat dilakukan secara sembarangan mengingat tubuh berada dalam kondisi tanpa asupan makanan dan minuman selama berjam-jam.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Agil Wahyu Wicaksono, menegaskan bahwa berlari saat puasa sebenarnya masih aman bagi orang yang sehat, asalkan dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Risiko Kesehatan Jika Berlari Sembarangan
Jika tidak memperhatikan waktu dan intensitas latihan, risiko kesehatan seperti dehidrasi hingga penurunan gula darah dapat terjadi. Kondisi ini bisa membahayakan tubuh yang sedang berpuasa.
“Secara medis, aktivitas lari saat berpuasa tidak dilarang. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu sehat tetap dapat melakukan olahraga ringan hingga sedang selama Ramadan tanpa risiko kesehatan yang signifikan,” kata Agil, dikutip dari laman IPB, Jumat (6/3/2026).
Meski demikian, Agil menekankan pentingnya perencanaan yang cermat. Pelari diwajibkan memperhatikan tiga aspek krusial sebelum memulai aktivitas fisik tersebut.
Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Pelari Saat Puasa
- Waktu pelaksanaan: Memilih waktu yang tepat untuk berolahraga, seperti menjelang berbuka atau setelah sahur.
- Tingkat intensitas: Menyesuaikan intensitas lari dari biasanya, cenderung ke ringan hingga sedang.
- Kondisi tubuh: Memastikan tubuh dalam kondisi prima dan tidak ada keluhan kesehatan.
“Lari saat menjalankan ibadah puasa Ramadan sebenarnya masih tergolong aman, terutama untuk orang yang berada dalam kondisi sehat dan dilakukan dengan cara yang tepat,” ujar dr Agil.
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan olahraga selama berpuasa bukanlah untuk mengejar performa tinggi seperti biasanya, melainkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.




