Legenda voli Indonesia, Risco Herlambang, menyambut baik rencana Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) untuk menjalankan program naturalisasi pemain. Namun, Risco menekankan pentingnya upaya federasi dalam meningkatkan jam terbang para atlet lokal agar program tersebut dapat memberikan dampak maksimal bagi prestasi tim nasional.
Pria kelahiran 21 Januari 1972 ini menilai, naturalisasi bisa menjadi pendorong peningkatan kualitas tim, asalkan diiringi dengan kesempatan bertanding yang lebih banyak bagi pemain asli Indonesia. “Saya rasa program naturalisasi itu merupakan hal positif. Seharusnya bisa juga sejalan dengan pengiriman tim voli putri Indonesia ke luar negeri. Pengalaman bertanding para pemain lokal juga diperlukan untuk mendukung pemain naturalisasi yang ada,” ungkap Risco, Kamis (5/3/2026).
Menurut Risco, selama ini PBVSI cenderung hanya mengirimkan tim saat ada turnamen tertentu, sehingga pengalaman bertanding melawan tim luar negeri masih terbilang minim. Padahal, pemberian jam terbang di kompetisi internasional terbukti mampu meningkatkan kualitas tim secara signifikan.
Ia mencontohkan tim voli putri Thailand dan Vietnam yang kini mampu bersaing di level elite setelah rutin mengikuti berbagai ajang internasional. Thailand bahkan dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi langganan ajang Volleyball Nations League (VNL), berkompetisi melawan 18 negara top dunia.
Untuk diketahui, PBVSI sendiri berencana melakukan naturalisasi masing-masing dua pemain putra dan putri yang berasal dari Brasil. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat skuad Timnas Voli Indonesia di kancah internasional.



