Seri pembuka MotoGP Qatar 2026 yang dijadwalkan pada 12 April mendatang di Lusail International Circuit kini berada dalam ketidakpastian. Konflik yang memanas di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran menjadi pemicu utama terancamnya gelaran balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut sebelum mengambil keputusan final. Ketegangan yang meningkat telah berdampak langsung pada sektor penerbangan, menyebabkan sejumlah wilayah udara di Timur Tengah ditutup.
Kondisi ini secara signifikan mempersulit mobilitas tim, kru, serta logistik balap yang krusial untuk penyelenggaraan ajang sebesar MotoGP. “Saya belum bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak akan pergi,” ujar Ezpeleta saat menghadiri acara Estrella Galicia 0.0 di Madrid, Kamis (05/03/2026).
Penyelenggaraan MotoGP membutuhkan perencanaan dan koordinasi logistik yang sangat kompleks. Dengan adanya penutupan wilayah udara dan ketidakpastian keamanan, Dorna Sports menghadapi tantangan besar untuk memastikan semua aspek balapan dapat berjalan lancar dan aman.


