Ramadhan 2026 menjadi momen berbeda bagi Dinar Candy. Sosok yang selama ini dikenal sebagai DJ dengan gaya kontroversial itu memilih rehat total dari dunia hiburan malam selama bulan suci. Keputusan ini diambil Dinar sebagai bentuk komitmennya untuk lebih fokus beribadah.
Perempuan bernama asli Dinar Miswari ini mengaku sengaja tidak mengambil pekerjaan sebagai DJ selama Ramadhan. Meski demikian, ia tetap menerima tawaran syuting. “Awalnya tuh iseng, kayak tadinya tuh, ‘Ah daripada bulan puasa,’ kan aku emang nggak ngambil job DJ sama sekali, kalau syuting tetap aku ambil kan. Terus aku kan mengurangi aktivitas karena aku emang benar-benar pengen fokus ibadah,” ujar Dinar saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Ide lomba mengaji itu muncul secara spontan saat Dinar tengah melakukan siaran langsung di Instagram. Ia merasa momen live yang biasanya diisi obrolan santai bisa diarahkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Dalam siaran tersebut, Dinar mengajak para pengikutnya untuk melakukan kegiatan positif selama Ramadhan.
“Daripada kita live digibahin orang atau ngatain orang, mendingan kita cari hal yang positif yuk. Gimana kalau kita lomba ngaji?” ucapnya kala itu. Ajakan tersebut ternyata disambut antusias oleh para pengikutnya, khususnya kalangan ibu-ibu yang menjadi peserta pertama dalam lomba tersebut.
Meski awalnya hanya iseng, Dinar menunjukkan keseriusannya dengan menyiapkan hadiah yang tidak main-main: satu tiket umrah. Ia bahkan membuat banner sederhana dan mengumumkannya melalui Instagram Story. Lomba mengaji itu digelar secara virtual menjelang waktu berbuka puasa, tepatnya saat ngabuburit pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Para peserta diminta menyetorkan hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.
“Awalnya yang hafalan pendek-pendek, yang biasa-biasa aja,” tutur Dinar. Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas peserta justru semakin meningkat. Tak hanya ibu-ibu, para qori, imam masjid, hingga marbot dari berbagai daerah di Indonesia turut berpartisipasi. Bahkan sejumlah ustaz ikut meramaikan lomba tersebut.
Dinar pun mengaku terkejut sekaligus kagum melihat kemampuan para peserta. “Suaranya kok pada bagus-bagus sekarang. Terus kayak ustaz-ustaz pada ikutan. Aku di sana, ‘Kayaknya kok serius deh,’” ujarnya. Melihat antusiasme dan keseriusan peserta, Dinar merasa tanggung jawabnya semakin besar.
Ia pun memutuskan untuk menambah hadiah utama menjadi dua tiket umrah. “Ya sudah deh, umrohnya dua tiket,” katanya. Dinar bahkan mengisyaratkan bahwa hadiah tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat tingginya partisipasi dan semangat para peserta. “Ini tuh sebenarnya hadiahnya bakal terus bertambah. Karena kan ini sesuka-suka aku, tapi ternyata semuanya serius ikutan. Jadi tanggung jawab aku sekarang makin besar,” tutupnya.
Langkah Dinar Candy ini pun menuai perhatian publik. Dari yang awalnya hanya ide spontan saat live media sosial, lomba mengaji tersebut berkembang menjadi ajang positif yang mempertemukan berbagai kalangan dalam semangat ibadah di bulan suci Ramadhan.




