Bulan Ramadan dikenal luas sebagai bulan Al-Qur’an, sebuah periode istimewa di mana kitab suci umat Islam ini diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah tadarus Al-Qur’an, sebuah praktik yang melampaui sekadar membaca, melainkan juga mempelajari dan mengkaji kandungan ayat-ayat suci, baik secara individu maupun berkelompok.
Secara etimologi, kata “tadarus” berasal dari akar kata “darasa” yang bermakna mempelajari atau menelaah. Dalam konteks praktiknya, tadarus tidak hanya mencakup aktivitas membaca Al-Qur’an, tetapi juga melibatkan kegiatan saling menyimak, memperbaiki kualitas bacaan, serta mendalami makna dan isi kandungannya. Tradisi ini telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia, terlihat dari maraknya kegiatan tadarus yang diselenggarakan di berbagai tempat seperti masjid, musala, sekolah, hingga rumah-rumah warga sepanjang bulan Ramadan.
Ramadan dan Wahyu Al-Qur’an
Keistimewaan Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an ditegaskan secara gamblang dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Baqarah ayat 185. Ayat tersebut menyatakan bahwa Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu sendiri. Penegasan ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an selama bulan suci.
Selain itu, terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa Malaikat Jibril setiap bulan Ramadan secara rutin mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk mengulang bacaan Al-Qur’an bersama beliau. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dan tercatat dalam kitab yang dihimpun oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat ketika Jibril menemuinya di bulan Ramadan untuk mempelajari Al-Qur’an.
Riwayat ini menjadi dalil utama yang menunjukkan bahwa praktik tadarus memiliki landasan kuat dalam sunnah Nabi Muhammad SAW. Aktivitas membaca dan mengulang Al-Qur’an di bulan Ramadan, oleh karena itu, bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan merupakan bagian integral dari praktik yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Keutamaan Membaca Setiap Huruf
Keutamaan membaca Al-Qur’an secara umum juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud. Rasulullah SAW bersabda, "siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh." Hadis ini diriwayatkan oleh sejumlah perawi terkemuka dan menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk senantiasa memperbanyak bacaan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.




