Menjelang perayaan Idulfitri 2026, pembahasan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mitra pengemudi ojek online (ojol) kembali mengemuka. Status mitra yang melekat pada pengemudi transportasi daring ini selalu menjadi sorotan, mengingat mereka tidak berstatus sebagai karyawan tetap perusahaan aplikasi.
Hingga saat ini, belum ada regulasi spesifik yang mewajibkan perusahaan aplikasi untuk memberikan THR kepada mitranya, sebagaimana diatur bagi karyawan formal. Kendati demikian, perusahaan penyedia layanan ride-hailing besar seperti Gojek dan Grab secara konsisten memberikan Bonus Hari Raya (BHR) atau insentif khusus menjelang Lebaran kepada mitra yang memenuhi kriteria tertentu.
Status Mitra dan Kebijakan Bonus Hari Raya
Secara hukum ketenagakerjaan, THR diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan diwajibkan bagi pekerja dengan status hubungan kerja formal. Mengingat pengemudi ojol berstatus mitra dan bukan pegawai tetap, perusahaan aplikasi umumnya menggunakan istilah ‘bonus’ atau ‘insentif Hari Raya’ sebagai pengganti THR.
Pemerintah, dalam berbagai kesempatan, telah mendorong perusahaan aplikasi untuk memberikan bentuk apresiasi kepada mitra pengemudi menjelang Lebaran. Besaran dan skema pemberian bonus ini bervariasi setiap tahun, bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan dan performa individu mitra.
Estimasi Nominal dan Kriteria Bonus Hari Raya 2026
Mengingat belum adanya pengumuman resmi terkait Bonus Hari Raya untuk tahun 2026, estimasi besaran BHR bagi mitra ojol masih mengacu pada pola pemberian pada tahun-tahun sebelumnya. Umumnya, nominal bonus yang diberikan sangat bervariasi, ditentukan oleh beberapa faktor:
- Tingkat keaktifan mitra dalam menyelesaikan pesanan.
- Jumlah order atau perjalanan yang berhasil diselesaikan.
- Rating atau performa layanan yang diberikan kepada pelanggan.
- Status keanggotaan, seperti mitra prioritas atau kategori tertentu.
Pada periode sebelumnya, nominal bonus yang diterima mitra berkisar antara ratusan ribu rupiah hingga lebih dari Rp1 juta, khususnya bagi mitra dengan performa tinggi dan tingkat keaktifan maksimal. Penting untuk dicatat bahwa nominal ini tidak berlaku merata untuk seluruh pengemudi.
Mitra dengan tingkat aktivitas rendah atau yang baru bergabung, umumnya tidak menerima bonus penuh, bahkan berpotensi tidak mendapatkan insentif sama sekali jika tidak memenuhi syarat minimal yang ditetapkan.
Skema Perhitungan Bonus Berdasarkan Platform
Setiap platform aplikasi memiliki sistem perhitungan bonus tersendiri. Namun, secara umum, indikator utama yang digunakan untuk menentukan kelayakan dan besaran bonus meliputi:
- Jumlah Trip atau Order: Indikator ini seringkali mengacu pada minimal jumlah perjalanan atau pesanan yang diselesaikan dalam periode waktu tertentu, misalnya ratusan perjalanan dalam 1 hingga 3 bulan terakhir.
- Tingkat Penyelesaian Order: Mitra dengan tingkat pembatalan pesanan yang rendah cenderung mendapatkan prioritas dalam skema bonus.
- Rating Pelanggan: Rating tinggi dari pelanggan menjadi salah satu indikator kualitas layanan yang diberikan oleh mitra.
- Kepatuhan terhadap Aturan Platform: Ketaatan mitra terhadap seluruh aturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh platform juga menjadi faktor penentu.




