Aktor Hamish Daud menegaskan keputusannya untuk tetap menunaikan ibadah umrah di tengah gejolak yang melanda kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran tidak menyurutkan niatnya untuk terbang ke Tanah Suci dalam waktu dekat, demi mengejar malam Lailatul Qadar.
Suami dari penyanyi Raisa Andriana ini mengungkapkan, dirinya tidak melakukan persiapan khusus menjelang keberangkatan ke Arab Saudi. Hamish telah berkomunikasi intensif dengan pihak mutawif atau pemandu ibadah di sana untuk memastikan kondisi terkini. Berdasarkan informasi yang ia terima, Hamish meyakini bahwa situasi di Mekkah dan Madinah tetap stabil dan aman bagi para jemaah.
“Ya, situasi memang kurang ini ya (aman). Pas ngomong sama mutawif yang di situ, katanya aman-aman saja,” ujar Hamish saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3/2026).
Bintang film Senin Harga Naik tersebut menekankan bahwa pusat konflik berada cukup jauh dari lokasi ibadah yang akan ia kunjungi. Hingga Rabu (4/3/2026), ia terus memantau perkembangan dan belum menerima pemberitahuan mengenai pembatalan jadwal dari pihak berwenang.
“Itu kan beda lokasi dan selalu pantau dan belum ada pengumuman dari pemerintah di sini. Jadi, so far, so good, belum ada yang cancellation,” tambahnya dengan tenang. Ia merasa selama belum ada larangan mutlak dari pemerintah, rencana ibadahnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Perjalanan kali ini dirasa sangat istimewa bagi Hamish karena ia menargetkan bisa beribadah secara maksimal di penghujung Ramadan. Ia mengaku ingin merasakan suasana sakral malam Lailatul Qadar langsung di depan Kakbah. Rencananya, Hamish akan menjalani ibadah umrah ini seorang diri selama kurang lebih satu minggu.
“I just wanna go there and just clear my head, mudah-mudahan aman semua ya. Karena saya sendirian, saya cuma seminggu saja,” ungkapnya mengenai tujuan spiritual tersebut.
Di sisi lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya sempat mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Langkah ini disarankan demi menjamin keamanan serta kenyamanan warga negara Indonesia di tengah ketidakpastian situasi.
Pemerintah melalui kementerian terkait memastikan akan terus memfasilitasi dan memberikan perlindungan bagi jemaah yang sudah berada di Tanah Suci. Dahnil meminta para jemaah untuk rutin berkoordinasi dengan kantor urusan haji atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah jika terjadi keadaan darurat. Pihak otoritas juga menjamin koordinasi dengan maskapai dan pihak hotel tetap berjalan baik guna melindungi kepentingan jemaah. Meski ada imbauan penundaan, pemerintah tetap siaga memberikan informasi transparan bagi mereka yang memilih tetap berangkat, seperti Hamish Daud.



