Spekulasi mengenai potensi mundurnya Tim Nasional Iran dari ajang FIFA Piala Dunia 2026 kian mengemuka, memicu pertanyaan besar tentang tim mana yang akan mengisi slot kosong tersebut. Kondisi geopolitik yang memanas antara Iran dan beberapa negara tuan rumah di Amerika Utara disebut-sebut menjadi pemicu utama.
Meski demikian, peluang Timnas Indonesia untuk secara otomatis menggantikan posisi Iran dinilai sangat kecil. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memiliki regulasi ketat yang memprioritaskan tim dengan peringkat dan pencapaian kualifikasi lebih tinggi.
Regulasi FIFA dan Kandidat Pengganti
FIFA telah menetapkan aturan spesifik terkait situasi mundurnya sebuah negara yang telah lolos ke putaran final. Dalam regulasi resminya, FIFA dapat menunjuk tim pengganti yang berasal dari konfederasi yang sama dengan negara yang mundur.
Penentuan tim pengganti ini biasanya merujuk pada hasil jalur kualifikasi atau ranking prestasi tim-tim yang hampir lolos. Slot yang ditinggalkan akan diisi oleh kandidat paling layak berdasarkan kriteria kualifikasi tersebut.
Dalam konteks zona Asia, konfederasi yang menaungi Iran, dua negara teratas yang menjadi kandidat kuat pengganti adalah Uni Emirat Arab (UEA) dan Irak. UEA merupakan tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos langsung dan sempat tampil di play-off kontinental zona Asia.
Sementara itu, Irak bahkan memiliki peluang untuk lolos melalui jalur play-off antarkonfederasi. Skenario paling realistis adalah salah satu dari kedua negara ini yang akan dipilih untuk masuk ke putaran final jika Iran benar-benar mundur.
Peluang Timnas Indonesia yang Tipis
Di sisi lain, peluang Timnas Indonesia untuk otomatis menjadi pengganti Iran sangat kecil. Meskipun skuad Garuda menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualifikasi zona Asia dan berhasil mencapai putaran yang lebih tinggi dari banyak negara lain, pencapaian tersebut masih jauh di bawah prestasi UEA dan Irak.
Indonesia tidak termasuk dalam daftar tim yang hampir lolos atau berada di posisi runner-up jalur play-off. Oleh karena itu, kansnya untuk dipilih FIFA sebagai pengganti Iran hampir nihil.
Peluang langsung Indonesia tampil di Piala Dunia 2026 tidak berubah meskipun Iran mundur. FIFA akan lebih dulu mempertimbangkan tim yang secara langsung berada di bawah Iran dalam hal prestasi di kualifikasi.
Timnas Indonesia masih harus menunggu kesempatan lain di edisi berikutnya, seperti Piala Dunia 2030, untuk kembali berjuang mendapatkan tiket ke putaran final.




