Pertandingan krusial akan tersaji di La Liga pada Sabtu (28/2/2026) pukul 03.00 WIB, mempertemukan Levante UD dan Deportivo Alavés. Kedua tim yang masih berjuang di papan bawah klasemen ini diprediksi akan menyajikan duel sengit, dengan susunan pemain yang mengindikasikan pendekatan taktik berbeda.

Levante siap tampil dengan skema 4-2-3-1 yang fleksibel, sementara Alavés tetap setia pada formasi klasik 4-4-2. Pertarungan di lini tengah diprediksi menjadi kunci penentu hasil akhir laga yang sangat penting ini.

Levante Andalkan Romero, Tanpa Arriaga

Levante akan mengandalkan Mathew Ryan di bawah mistar gawang, dilindungi oleh kuartet bek Jeremy Toljan, De La Fuente, Matías Moreno, dan Manu Sánchez. Di lini tengah, duet Ugo Raghoubher dan Jon Olasagasti dipercaya menjaga keseimbangan permainan.

Absennya Kervin Arriaga karena skorsing menjadi pukulan telak bagi stabilitas lini tengah Levante. Selain itu, Pablo Martínez dan Unai Elgezabal juga dilaporkan mengalami masalah kebugaran, sehingga tidak masuk dalam daftar starter.

Di lini serang, Iván Romero akan menjadi ujung tombak tunggal, didukung oleh Carlos Álvarez, Kareem Tunde, dan Paco Cortés dari lini kedua. Skema 4-2-3-1 ini memungkinkan Levante bermain lebih kompak, mengandalkan kecepatan transisi, dan memaksimalkan bola mati. Ketajaman Romero akan menjadi faktor penentu, mengingat produktivitas gol tim musim ini tergolong minim.

Alavés Stabil dengan 4-4-2, Duet Boyé-Martínez Jadi Tumpuan

Di kubu tim tamu, Alavés tetap mengandalkan formasi 4-4-2 yang telah teruji. Antonio Sivera akan berdiri sebagai penjaga gawang, dikawal oleh Víctor Parada, Jon Pacheco, Facundo Tenaglia, dan Jonny Otto di lini belakang. Lini tengah diisi oleh Carles Aleñá, Antonio Blanco, Pablo Ibáñez, dan Ángel Pérez, yang mengandalkan keseimbangan antara kreativitas dan kerja keras.

Duet Toni Martínez dan Lucas Boyé menjadi tumpuan utama di lini depan Alavés. Boyé, khususnya, sedang dalam tren positif dan diharapkan menjadi pembeda dalam laga yang diprediksi berjalan ketat ini. Alavés relatif lebih stabil dari sisi komposisi tim, dengan minimnya pemain inti yang absen. Pendekatan 4-4-2 memungkinkan mereka bermain lebih langsung, memanfaatkan lebar lapangan, dan umpan silang ke kotak penalti.

Duel Taktik dan Tekanan Zona Bawah

Secara taktik, laga ini berpotensi berjalan dengan tempo sedang, namun intensitas tinggi, terutama di lini tengah. Levante kemungkinan akan menutup ruang dan mengandalkan kecepatan transisi, sementara Alavés akan mencoba memanfaatkan dua penyerang mereka untuk menekan bek tengah tuan rumah.

Statistik pertemuan sebelumnya menunjukkan Alavés lebih unggul dalam beberapa musim terakhir. Namun, tekanan situasi klasemen membuat pertandingan ini sulit diprediksi. Dengan kedua tim sama-sama membutuhkan poin penuh, duel di lini tengah dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi kunci. Satu kesalahan kecil bisa menentukan hasil akhir dalam laga yang diperkirakan berlangsung ketat dan minim gol ini.