Masjid Baiturrahmah, yang berlokasi di Kelurahan Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dikenal sebagai salah satu masjid tertua di wilayah tersebut. Diperkirakan telah berdiri sejak era awal Kabupaten Indramayu, sekitar abad ke-16, masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah.
Jejak Sejarah yang Samar
Minimnya catatan tertulis membuat sejarah awal berdirinya Masjid Baiturrahmah diselimuti misteri. Informasi yang beredar sebagian besar berasal dari cerita turun-temurun dari generasi ke generasi. Meskipun demikian, masjid ini diyakini sebagai masjid tertua kedua di Indramayu.
Menurut keterangan pengurus masjid, informasi yang berkembang hanya berasal dari tradisi lisan. Sebuah piagam lama memang menyebutkan angka 1527 Masehi, namun kebenaran dan maknanya hingga kini belum dapat dipastikan secara definitif.
Keberadaan masjid ini pada masa kolonial juga diperkuat oleh sebuah gambar lama. Foto tersebut memperlihatkan lima sosok yang diduga orang Belanda bersama pribumi di sekitar area masjid, mengindikasikan bahwa bangunan ini telah eksis sejak era penjajahan.
Renovasi dan Status Cagar Budaya
Seiring berjalannya waktu, Masjid Baiturrahmah telah mengalami banyak perubahan fisik akibat renovasi. Tercatat, masjid ini telah direnovasi sebanyak enam kali, yakni pada tahun 1775, 1813, 1883, 1927, 1956, dan 1986. Renovasi ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah jemaah yang terus bertambah, serta penambahan bagian bangunan seperti menara, tempat wudu, dan perluasan area depan masjid.
Meski demikian, bagian asli bangunan masih tetap dipertahankan. Saka atau tiang penyangga utama masjid, yang terbuat dari kayu lama, masih tersimpan di dalam. Tiang-tiang ini hanya dilapisi ulang tanpa menghilangkan struktur aslinya, menjaga keaslian arsitektur awal.
Masjid ini juga pernah tercatat sebagai cagar budaya yang terhubung dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Serang. Bahkan, kompleks masjid beserta makam leluhur yang berada di belakangnya sempat diusulkan sebagai satu kesatuan situs bersejarah.
Keunikan Sumur Pengantin
Selain nilai sejarahnya, Masjid Baiturrahmah juga memiliki keunikan lain, yaitu keberadaan Sumur Pengantin. Sumur ini dikeramatkan oleh warga sekitar dan dipercaya telah berumur sama dengan masjid itu sendiri. Salah satu keistimewaan Sumur Pengantin adalah airnya yang tidak pernah surut, bahkan saat musim kemarau panjang sekalipun.
Keberadaan saka asli dan Sumur Pengantin ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang Masjid Baiturrahmah. Hingga kini, masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai penanda penting sejarah dan budaya masyarakat Indramayu.




