Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 528 unit hunian sementara (Huntara) di 44 blok Kabupaten Aceh Utara rampung sebelum Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Target ini disampaikan saat meninjau progres pembangunan Huntara di Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada Selasa (24/2/2026).
“Total Huntara yang kita tangani di Aceh Utara sebanyak 44 blok. Kita targetkan sebelum Lebaran selesai semua sehingga masyarakat bisa segera menempati,” kata Dody, dilansir Antara, saat berinteraksi dengan warga penghuni Huntara.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana serta mempercepat pemanfaatannya. Dari total 44 blok yang dibangun, lima blok di Rumoh Rayeuk telah dihuni oleh sekitar 60 kepala keluarga (KK). Sementara itu, sembilan blok lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Pembangunan Huntara ini dilaksanakan di atas lahan seluas sekitar 1.440 meter persegi yang disediakan oleh Pemerintah Aceh Utara. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU bersama PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dody Hanggodo menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemanfaatan Huntara. “Kementerian PU, BNPB, dan Bupati koordinasinya cepat. Data calon penghuni Huntara juga sudah lengkap, sehingga begitu selesai dibangun, masyarakat bisa langsung menempati,” ujarnya.
Huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan, yang memungkinkan konstruksi cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas serta kenyamanan. Setiap unit dilengkapi dengan insulated panel, ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara tetap optimal.
Selain itu, kawasan Huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung komunal seperti toilet, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik, pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara.
Secara umum, progres konstruksi di Langkahan telah selesai, meskipun penyempurnaan minor masih terus dilakukan di lapangan. Dody menjelaskan bahwa pembangunan satu blok Huntara untuk 12 KK biasanya memakan waktu sekitar dua minggu.
Namun, Dody juga mengungkapkan bahwa permintaan tambahan dari pemerintah daerah dapat memengaruhi jadwal penyelesaian. “Dari hari ke hari permintaan Bupati bertambah terus. Jadi kalau ditanya kapan selesai repot saya, ujuk-ujuk nanti dekat Lebaran Bupati minta lagi. Pokoknya, satu blok seminggu lah,” tegasnya.
Melalui percepatan pembangunan Huntara modular di Langkahan dan beberapa lokasi lain di Aceh Utara, Kementerian PU berkomitmen memastikan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan hunian sementara yang aman dan layak, sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap.




