Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan sosial. Komitmen ini disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, dalam ajang India AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, pada Senin, 23 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, Nezar Patria menyoroti bahwa dampak AI secara global saat ini baru mencapai tingkat “enam dari sepuluh”. Menurutnya, kemajuan teknologi AI harus diiringi dengan upaya untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata, khususnya oleh masyarakat di negara berkembang.

Nezar Patria menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan sekadar membangun teknologi AI yang semakin canggih. Lebih dari itu, AI harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.

“Transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan infrastruktur. Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna (meaningful access), sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat,” ujar Nezar dikutip dari keterangan resmi.

India AI Impact Summit 2026 menjadi momentum penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kolaborasi global. Tujuannya adalah membangun AI yang inklusif, tepercaya, dan berorientasi pada kemanfaatan publik.

Melalui forum tersebut, negara-negara Global South mendorong pengembangan AI sebagai public good. Ini berarti teknologi AI tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan sosial serta keadilan digital.