LIVIGNO, ITALIA – Atlet ski gaya bebas putri, dari Inggris Raya, tampil gemilang dengan menduduki peringkat teratas pada kualifikasi nomor halfpipe di Livigno Snow Park, Kamis (19 Februari). Atkin mencatatkan skor tertinggi 91.50, mengungguli pesaingnya dan memastikan satu tempat di babak final. Ia menyatakan kegembiraannya, “Sangat bagus. Saya pasti sangat gugup menghadapi hari ini.”

Eileen Gu dan Cassie Sharpe Lolos ke Final

Bintang asal Tiongkok, , yang merupakan juara bertahan Olimpiade, juga berhasil mengamankan tiket final meskipun sempat mengalami jatuh pada run pertamanya. Gu berhasil bangkit dan mencetak skor 86.50 pada run keduanya, menempatkannya di posisi kelima. “Saya terus bertanya pada diri sendiri mengapa saya terus jatuh, ini fenomena yang sangat aneh, dan saya ingin sekali mencari tahu penyebabnya,” ujar Gu mengenai performanya.

Sementara itu, atlet Kanada, , yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2018 dan perak Olimpiade 2022, juga berhasil lolos ke final dengan skor 88.25, menempatkannya di posisi ketiga. Sharpe sempat mengalami insiden terjatuh pada run keduanya saat mencoba melakukan trik 1080, namun ia dilaporkan dalam kondisi stabil dan sedang dievaluasi oleh tim medis.

Jalannya Kualifikasi

Kualifikasi nomor women’s freeski halfpipe ini diikuti oleh 21 atlet dari 10 negara. Atkin memimpin dengan skor 91.50, diikuti oleh Li Fanghui dari Tiongkok dengan 90.00, dan Cassie Sharpe di posisi ketiga dengan 88.25. Eileen Gu berada di posisi kelima dengan skor 86.50. Babak final yang akan mempertemukan 12 atlet terbaik dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Persiapan dan Target

Eileen Gu, yang juga berkompetisi di nomor slopestyle dan big air, menyatakan bahwa ia mampu bangkit dari satu perlombaan ke perlombaan lainnya. Ia memiliki target untuk meraih emas di nomor halfpipe ini untuk melengkapi koleksi medalinya di Olimpiade 2026. Sementara itu, Cassie Sharpe, yang kembali berkompetisi setelah jeda pasca melahirkan, mengungkapkan bahwa fokusnya kini adalah menikmati setiap momen dan tidak lagi merasa terbebani sebagai juara bertahan.