KEDIRI – Persik Kediri harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC setelah takluk 3-4 dalam laga sengit pekan ke-22 Super League di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Jumat (20/2) malam. Pertandingan yang diwarnai hujan tujuh gol ini meninggalkan evaluasi mendalam bagi tim berjuluk Macan Putih.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Torres, menyatakan ketidakpuasannya terhadap hasil akhir pertandingan tersebut. Meskipun timnya kalah, Torres mengapresiasi karakter kuat yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang laga.
Arsitek asal Spanyol itu secara khusus memuji keberanian para pemain dalam membangun serangan, menjaga intensitas tekanan, serta kemampuan mereka menguasai jalannya pertandingan. Menurutnya, aspek-aspek ini menunjukkan potensi besar tim.
Namun, kekalahan tersebut juga menjadi catatan penting bagi lini pertahanan Persik. “Kami tidak bertahan dengan baik,” ujar Torres, seperti dikutip dari halaman klub. Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari performa timnya. “Namun, saya senang melihat bagaimana pemain menyerang, berani datang dari belakang, menutup pergerakan lawan.”
Hasil ini menuntut evaluasi lebih lanjut bagi Persik Kediri untuk memperbaiki kelemahan di lini belakang menjelang pertandingan-pertandingan berikutnya di Super League.




