Sastra Memberi Kehidupan  

  • Bagikan
Sastra Memberi Kehidupan  

Sastra Memberi Kehidupan

Oleh : Nurul Sinta Dewi Mulyani


KilatNews.Co – Sastra selalu menarik untuk dibicarakan, ada semacam nafas yang menghidupkan saat kita memperbincangkannya. Kata-kata yang diutarakannya ditulis melalui bahasa yang indah, membuat hidup lebih bergairah dan bahagia. Tak hanya itu, bahasa indah tersebut juga terdapat nilai-nilai yang berguna, kita dapat mengambil kebermanfaatannya. 

Sastra sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya tulisan. Secara istilah sastra dapat diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah (berkesan dan menghibur) dan isinya baik (berguna dan memiliki nilai-nilai). Adapun bentuk dari sastra yaitu karya sastra. Karya sastra yang kita tahu secara umum ada dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Karya sastra fiksi, yaitu puisi, prosa dan drama. Sedangkan karya sastra nonfiksi, yaitu biografi, esai, autobiografi, kritik sastra, dan lain sebagainya.

Tatkala mendengar kata karya sastra, yang terlintas dalam pikiran kita adalah sesuatu yang akan membuat kita terhibur saat membacanya. Memang kebanyakan orang menilai bahwa karya sastra sebagai media hiburan bagi siapa saja yang membacanya. Namun, tak banyak pula orang yang tahu bahwa dalam sebuah karya sastra terdapat banyak sekali manfaat untuk kehidupan. Mungkin tanpa kita sadari manfaat tersebut adalah bagian dari sastra itu sendiri.

Baca Juga:

Tantangan Sastra Lisan Di Era Digital

Beberapa nilai yang terdapat dalam suatu karya sastra dapat dijadikan sebagai bukti bahwa karya sastra ada untuk kehidupan kita. Walaupun banyak karya sastra yang bersifat fiktif, tapi selalu ada saja manfaat dari karya tersebut. Manfaat yang terkandung mungkin dapat disampaikan secara tersirat maupun tersurat. Maka, untuk membaca suatu karya sastra dibutuhkan tingkat kepekaan yang tinggi karena bahasa yang terdapat dalam sastra adalah bahasa yang tidak biasa, bukan bahasa yang umum kita dengar setiap hari. Sehingga, dengan memiliki tingkat kepekaan yang tinggi kita dapat dengan mudah mendapatkan manfaat yang ada di dalam suatu karya sastra tersebut.

Dalam artikel ini, diambil salah satu karya sastra untuk menguraikan manfaat yang ada dalam karya sastra. Karya sastranya, yakni drama satu babak “Awal dan Mira” karya Utuy Tatang Sontani. Jika diuraikan, terdapat beberapa manfaat yang dapat diambil dari drama tersebut dalam kehidupan sehari- hari, yaitu:

1. Karya sastra memberikan kesenangan dan kegembiraan

Sebagaimana dikemukakan oleh Horatius (via Teeuw, 2003:85), sastra mempunyai dua manfaat atau fungsi utama, yaitu dulce et utile (dalam bahasa Latin, sweet and useful). Dulce (sweet) berarti sangat menyenangkan atau kenikmatan, sedangkan utile (useful) berarti isinya bersifat mendidik. Ketika kita membaca suatu karya sastra, maka kita akan merasakan seolah-olah terbawa dalam suasana dalam sastra tersebut. Baik itu suasana senang, sedih, menegangkan, dan lain sebagainya.

Seperti yang dirasakan pada drama satu babak “Awal dan Mira” yang membuat pembaca terguncang hatinya, karena mengetahui kondisi Mira yang mengalami kekurangan akibat dari perang kemerdekaan. Banyak orang menjadikan karya sastra sebagai media hiburan di waktu luangnya. Dengan begitu, karya sastra dapat membuat pikiran menjadi lebih menyenangkan. Hal ini tentu bermanfaat sekali untuk kehidupan manusia. Ketika manusia jenuh dengan kegiatannya, mereka dapat meluangkan waktunya dengan mendapatkan hiburan hanya dengan membaca karya sastra saja.

2. Karya sastra memberikan nilai kebenaran dalam hidup

Nilai kebenaran yang didapatkan dalam sebuah karya sastra, dapat memberikan kesadaran kepada pembaca akan hal kebenaran yang ada di dalamnya. Dalam drama “Awal dan Mira”, kita bisa mendapatkan nilai kebenaran, yaitu pentingnya kejujuran. Dalam menjalani kehidupan kita harus penuh dengan kejujuran.

Ketika Awal mengetahui keadaan Mira yang ternyata kakinya cacat akibat peperangan, Awal langsung merasa kecewa. Jadi, walaupun akhirnya dengan berkata jujur akan membuat seseorang menjadi kecewa, namun jiwa kita akan merasakan ketenangan dan akan membawa kita ke dalam kebaikan.

Sebagaimana salah satu hadist bahwa “Hendaknya kamu selalu jujur karena kejujuran itu akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, kebenaran hidup yang ada pada karya sastra sangat bermanfaat bagi manusia karena kebenaran di dalamnya menuntun manusia untuk menjalankan kehidupannya dengan baik.

3. Karya sastra dapat memberikan pelajaran (mendidik)

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Horatius, manfaat sastra yaitu, utile (useful) berarti isinya bersifat mendidik. Karya sastra tentu saja dapat memberikan pelajaran kepada pembacanya. Seperti yang terdapat dalam “Awal dan Mira”, drama tersebut memberikan pelajaran agar tidak membeda-bedakan manusia. Baik dari segi materi maupun nonmateri.

Dalam drama tersebut, kita diperkenalkan dengan sosok Awal yang berasal dari kalangan bangsawan dan sosok Mira yang berasal dari pedagang biasa sebagai penjaga kedai kopi. Namun, Awal tidak pernah melihat status Mira sebagai penjaga kedai kopi sebagai pembatas atau penghalang terhadap cintanya kepada Mira. Hal ini, tentu menjadi cerminan bagi manusia agar selalu hidup rukun dengan sesama. Jangan sampai perbedaan membuat sekat hingga perpecahan.

Baca Juga:

Peran Serta Guru, Media Massa, dan Sastra

Dari beberapa manfaat yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa sastra menjadi bukti nyata kepada pembacanya akan manfaat yang disampaikan. Artikel ini, hanya mengutarakan beberapa manfaat yang terdapat dalam karya sastra bagi kehidupan. Jika dipaparkan lebih banyak lagi manfaat karya sastra, mungkin tidak akan terhitung jumlahnya.

Oleh karena itu, marilah kita semua menggemari karya sastra. Dengan membacanya serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari- hari, maka akan memberikan tuntunan kepada kita agar selalu hidup dalam kebenaran. Nah, itulah beberapa manfaat karya sastra bagi kehidupan. Sekalipun sastra tak bernyawa, tapi sastra memberikan kehidupan kepada siapa saja yang membacanya dan menerapkannya.


Nurul Sinta Dewi Mulyani. Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Referensi

Anafiah, Siti. 2017. Sastra Anak Sebagai Media Penanaman Pendidikan . Jurnal Akademik, Universitas Sarjanawiyata. Diakses pada http://journal.ustjogja.ac.id/download/SASTRA_MEDIA_PEND_KARAKTER_SITI.pdf

Santosa, Puji. Sastra sebagai Hiburan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Sontani, Utuy Tatang. 2011. Awal dan Mira. Jakarta: Balai Pustaka.

  • Bagikan