Rotua Wendeilya Simarmata, pemilik PT Simarmata Wendeilyna Ulos (SWU) yang berlokasi di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Pangururan, Samosir, baru-baru ini menyelesaikan pesanan khusus. Ia menciptakan stola ulos berbordir untuk keturunan Opung (Op) Tongam Sitanggang Silo Sipukka Huta Lumban Silo Pangururan.

“Saya hanya membuat 10 stola ulos untuk yang mewakili keturunan Opung Tongam, yang masing masing merupakan anak pertama di keluarganya,” ujar wanita yang akrab disapa Wendy ini pada Sabtu (21/2/2026) malam. Ia menambahkan, “Mungkin nanti di waktu yang akan datang jika mereka akan mengadakan acara keluarga akan saya buatkan lagi stola ulosnya.”

Stola ulos berbordir tersebut secara spesifik diperuntukkan bagi Darwin Sitanggang, Sudung Sitanggang, Syamsuddin Sitanggang, Jonny Sitanggang, dan Maruba Sitanggang. Selain itu, Dr drh Rotua Wendeilya Simarmata MSi CMed yang juga seorang mediator non hakim ini menjelaskan, “Ada 5 stola ulos tanpa nama yang diperuntukkan ke istri masing masing dari keturunan Opung Tongam Sitanggang Silo itu.”

Meskipun UMKM miliknya sudah berbadan hukum melalui PT perorangan, PT Simarmata Wendeilyna Ulos, Wendy memilih untuk hanya membuat stola ulos berdasarkan pesanan. “Tidak menjual di marketplace ataupun lewat media sosial, karena saya harus berbagi waktu dengan kegiatan lain,” jelasnya.

Proses pembuatan stola ulos pesanan, menurut Wendy, memerlukan perhatian ekstra. “Untuk membuat stola ulos pesanan, memerlukan banyak perhatian. Dari mulai memilih jenis ulos, memotong motong, membuat bordir, lalu tahap akhir menjahit lapis dan renda rumbainya,” paparnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi Wendy adalah biaya pengiriman. Jika dikirim langsung dari Pangururan ke luar daerah, ongkos kirimnya cenderung tinggi. Untuk mengatasi hal ini, ia memiliki strategi khusus. “Sehingga saya harus menjadwalkan pengirimannya bersamaan ketika saya tugas ke Medan, pengiriman dari medan maka ongkosnya lebih murah dan lebih cepat tiba di alamat pemesan,” ungkap kakak dari Kakanwil Imigrasi Banten ini.