Pebulu tangkis Indonesia akan menghadapi ajang penting, Badminton Asia Championships (BAC) 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Ningbo, China. Turnamen ini menjadi sorotan setelah serangkaian hasil kurang memuaskan yang diraih tim Merah Putih dalam tur Eropa.
Pengamat bulu tangkis nasional, Broto Happy Wondomisnowo, menyatakan harapannya agar wakil Indonesia mampu membawa pulang gelar juara dari Negeri Tirai Bambu. Harapan ini muncul sebagai respons terhadap performa yang belum optimal di empat turnamen bergengsi Eropa.
Dalam empat kejuaraan di benua Biru, yakni German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters 2026, Indonesia belum berhasil meraih satu pun gelar juara. Prestasi terbaik hanya tercatat melalui dua posisi runner-up di Swiss Open, yang diraih oleh tunggal putra Alwi Farhan dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani.
Broto Happy Wondomisnowo menekankan pentingnya BAC 2026 bagi kebangkitan bulu tangkis Indonesia. “Ajang Badminton Asia Championships 2026 sangat penting untuk kebangkitan bulu tangkis Indonesia,” ujar Broto saat dihubungi JPNN.com pada Senin (6/4).
Ia menambahkan, “Apalagi, prestasi sepanjang awal tahun hingga April ini masih belum banyak gelar yang diraih.” Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi bagi para atlet untuk menunjukkan performa terbaik mereka di turnamen tingkat Asia tersebut.
Publik memiliki ekspektasi tinggi terhadap tim bulu tangkis Indonesia, mengingat status negara ini sebagai salah satu kekuatan besar di kancah bulu tangkis dunia. Broto Happy Wondomisnowo mengingatkan bahwa prestasi di BAC 2026 sangat krusial untuk mengembalikan marwah dan kejayaan bulu tangkis Indonesia di mata internasional.



