Dorongan kuat untuk menyantap makanan manis seperti cokelat, es krim, atau boba sesaat setelah selesai makan nasi sering kali sulit ditahan. Meskipun sesekali hal ini dianggap wajar, namun jika sudah menjadi rutinitas harian, kondisi ini patut diwaspadai.

Keinginan mendadak untuk mengonsumsi makanan manis ternyata bukan hanya sekadar kebiasaan atau preferensi rasa. Ada sejumlah faktor biologis dan psikologis dalam tubuh yang secara signifikan memicu kondisi tersebut.

Melansir dari Beautynesia, berikut adalah empat alasan utama mengapa tubuh sering kali tiba-tiba menginginkan makanan manis setelah makan:

4 Penyebab Utama Ngidam Makanan Manis Setelah Makan

  • Kurang Tidur
    Saat tubuh mengalami kurang tidur atau begadang, keseimbangan hormon penting dalam tubuh dapat terganggu. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang dikenal sebagai pemicu rasa lapar, sekaligus menurunkan hormon leptin, yang berfungsi memberikan sinyal kenyang.

    Kondisi ini membuat otak secara otomatis mencari sumber energi instan, dan makanan tinggi gula menjadi pilihan tercepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  • Sering Melewatkan Waktu Makan
    Membiarkan perut kosong terlalu lama atau sengaja melewatkan jam makan dapat menyebabkan kadar gula darah anjlok secara drastis. Ketika gula darah turun tajam, tubuh akan segera mengirimkan sinyal darurat untuk mencari sumber energi yang dapat diserap dengan cepat.

    Makanan seperti roti, kue, atau minuman manis, yang kaya akan karbohidrat sederhana, merupakan jenis asupan yang paling efektif dalam menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

  • Stres dan Emosi yang Tidak Stabil
    Ketika seseorang berada dalam kondisi stres, banyak pikiran, atau merasa sedih, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychoneuroendocrinology mengaitkan lonjakan hormon kortisol ini dengan dorongan emotional eating, yaitu kecenderungan mencari pelarian pada makanan tinggi gula dan lemak.

    Makanan manis sering kali dianggap sebagai “obat penenang” instan yang memberikan kenyamanan sementara saat emosi sedang tidak stabil.

  • Efek Ketagihan karena Terlalu Sering Makan Manis
    Semakin sering seseorang mengonsumsi gula, semakin besar pula potensi otak untuk menjadi kecanduan. Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menjelaskan bahwa gula memiliki kemampuan untuk mengaktifkan sistem penghargaan (reward system) di otak, yang pada akhirnya menciptakan efek ketagihan.

    Oleh karena itu, semakin sering keinginan makan manis dituruti, tubuh akan terus menuntut dosis gula yang lebih tinggi di kemudian hari.