Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya buka suara terkait sengketa pembayaran dengan klub yang sempat berujung pada sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Alberts menjelaskan kronologi persoalan tersebut melalui unggahan video di media sosialnya pada Rabu (12/8).
Robert Rene Alberts menegaskan bahwa akar permasalahan bermula dari kontraknya bersama Persib yang ditandatangani pada tahun 2021 dan seharusnya berlaku hingga Mei 2025. Ia secara gamblang membantah kabar pemecatan, melainkan menyatakan bahwa dirinya mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala.
“Pada 2021, saya menandatangani perjanjian dengan Persib dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Saya tidak pernah dipecat, tetapi mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala,” kata Robert dalam video yang diunggahnya di akun Instagram robertrenealberts, dikutip Rabu (12/8).
Keputusan pengunduran diri tersebut, menurut Robert, dilakukan dalam hubungan yang tetap baik dengan manajemen klub saat ini. Namun, setelah terjadi pergantian manajemen di Persib, ia mengaku kembali melakukan pembicaraan mengenai pembayaran yang masih tertunda.
Upaya penyelesaian kewajiban pembayaran tersebut semakin intensif. Pada Januari 2025, Robert bahkan bertemu langsung dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan. Pertemuan itu secara spesifik membahas penyelesaian kewajiban pembayaran yang masih menjadi tanggungan klub, yang kini telah diselesaikan.




