Polemik konten “spill skincare” yang menyeret nama Tasya Farasya dan Bunga Sartika masih menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Di tengah memanasnya perdebatan, dokter kecantikan sekaligus pengusaha skincare, Richard Lee, turut memberikan pandangannya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Richard Lee menilai bahwa komentar Tasya Farasya lebih mengarah pada gimmick atau parodi dalam dunia pemasaran digital. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah serangan pribadi yang bertujuan menjatuhkan kreator lain.
Menurut Richard Lee, dalam industri konten dan pemasaran, gimmick adalah strategi yang lumrah untuk menarik perhatian audiens. Ia berpendapat, selama informasi produk yang disampaikan tidak menyesatkan atau membahayakan konsumen, cara penyampaian yang kreatif sah-sah saja dilakukan.
“Siapa yg salah?? Tasya Farasya VS “halo qha qha spill skincarenya?”” tulis Richard Lee di akun Instagram pribadinya @dr.richard_lee.
Ia melanjutkan, “Mnrt saya NETIZEN yg salah. Org 22 nya bnr koq.. yg 1 bilang itu gimmick *cetasss, ya mmg gimmick! Yg 1 lg, emang gimmick gk boleh di marketing?? Semua brand lakuin kali, cm kalian aja yg gak sadar..Netizen mudah marah, mudah berpihak. Dan kadang marah krn ketidaktahuan mereka sendiri..,”
Pendapat Richard Lee ini mendapatkan banyak dukungan dari warganet. Salah satu netizen berkomentar, “lya dok namanya juga iklan, ya pasti gimik. Konsep gimik lagi tren juga. Banyak brand lain yang juga kaya gitu. Kitanya aja yg mesti pinter” milih produk tanpa baper. Keputusan pembelian tetap di tangan konsumen, just enjoy the show.”
Netizen lain menambahkan, “Bener dok, mereka sedang berdebat sesuatu yg mereka tidak tau lucu liatnya,” dan “Yesss!! Netizen Indo belom siap utk jd masyarakat/customer cerdas,”
Awal Mula Kontroversi “Halo Kakak, Spill Skincare”
Drama ini bermula saat Tasya Farasya mengaku pernah ditawari bayaran untuk terlibat dalam konten viral bertajuk “halo kakak, boleh spill skincare-nya?”. Pengakuan penolakan tawaran tersebut disampaikan Tasya melalui akun Threads-nya.
Konten “halo kakak, boleh spill skincare-nya?” sendiri sebelumnya dipopulerkan oleh Bunga Sartika melalui akun TikTok @quezelyhere. Konsepnya sederhana, yakni menghampiri artis atau influencer dan meminta mereka menyebutkan produk skincare yang digunakan sehari-hari.
Belakangan, konten tersebut menjadi sorotan karena diduga merupakan bagian dari strategi pemasaran terselubung. Isu ini semakin ramai setelah pengakuan Tasya Farasya yang menyebut dirinya sempat ditawari bayaran untuk ikut konsep serupa.
Situasi semakin memanas ketika Bunga Sartika akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai host di Quezely. Kini, polemik ini tidak hanya berkutat pada konten semata, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai transparansi endorsement, gimmick marketing, dan kesiapan audiens dalam menyikapi strategi promosi di era digital.




