Arema FC dipastikan akan menjadi salah satu tim paling aktif dalam bursa transfer pemain Super League 2026/2027. Klub berjuluk Singo Edan ini berencana melakukan revolusi besar-besaran pada skuadnya setelah gagal memenuhi target pada musim lalu.
Manajemen Arema FC hanya akan mempertahankan sekitar 50 persen pemain dari komposisi skuad lama. Langkah ini diambil sebagai respons atas evaluasi menyeluruh yang sedang dilakukan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membenarkan adanya evaluasi besar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa manajemen telah mengantongi daftar pemain yang akan dipertahankan, meskipun pengumuman resminya masih menunggu pembahasan final.
“Kami ingin terus berkembang. Pemain yang dipertahankan untuk musim depan mungkin 50 persen,” ujar Yusrinal Fitriandi pada Kamis, 28 Mei 2026.
Gelombang perombakan skuad ini sudah mulai terlihat dengan dilepasnya dua pemain asing, Lucas Frigeri dan Valdeci Moreira. Diprediksi, lebih banyak pemain akan menyusul seiring dimulainya proyek pembentukan tim baru.
Keputusan ekstrem ini didasari kekecewaan manajemen terhadap performa Arema FC musim lalu. Singo Edan gagal mencapai target finis di posisi lima besar, dan harus puas menutup kompetisi di peringkat kesembilan dengan raihan 48 poin.
Padahal, sejak awal musim, Pelatih Marcos Santos bersama manajemen telah memasang ambisi tinggi untuk mengembalikan Arema FC ke persaingan papan atas. Namun, hasil di lapangan membuat klub kembali terjebak di papan tengah.




