Barcelona harus kehilangan salah satu winger andalannya, Raphinha, untuk waktu yang cukup lama setelah sang pemain mengalami cedera. Kondisi ini menjadi kerugian besar bagi Blaugrana, terutama jika Raphinha harus menepi dalam jangka panjang dan melewatkan sejumlah pertandingan krusial di berbagai kompetisi.
Kabar buruk ini datang setelah Raphinha ditarik keluar pada awal babak kedua saat Brasil menelan kekalahan tipis 1-2 dari Prancis dalam pertandingan uji coba beberapa hari lalu. Winger Barcelona tersebut tidak dapat melanjutkan laga setelah terlihat memegangi bagian belakang pahanya dan menunjukkan tanda-tanda kesakitan di lapangan.
Menurut laporan resmi dari Barcelona, winger berusia 28 tahun itu diprediksi harus menepi setidaknya selama lima pekan akibat cedera hamstring yang dialaminya. Masa pemulihan ini hampir pasti membuat Raphinha absen dalam beberapa laga penting Blaugrana dalam beberapa minggu ke depan.
Dampak Cedera Raphinha bagi Barcelona
Kehilangan Raphinha tentu membuat Barcelona cukup terpukul. Pasalnya, ia merupakan salah satu pemain unggulan di lini serang, dengan catatan 19 gol dari 31 penampilan di semua ajang kompetisi.
Absennya Raphinha terjadi di periode krusial sisa musim kompetisi. Barcelona akan menghadapi pertandingan vital, termasuk perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid, sekaligus berupaya mempertahankan puncak klasemen LaLiga dari kejaran Real Madrid.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, disebut merasa murka dengan cedera yang dialami Raphinha, mengingat laga persahabatan tersebut tidak memiliki pengaruh signifikan bagi timnas Brasil.
Kompensasi dari FIFA untuk Klub
Meski demikian, manajemen klub setidaknya mendapat angin segar terkait potensi kompensasi dari FIFA. Berdasarkan aturan FIFA, jika seorang pemain absen minimal 28 hari beruntun setelah membela tim nasional di jeda internasional, maka klub berhak menerima penggantian sejumlah uang untuk membayar gaji pemain tersebut.
Rincian kompensasi yang diberikan adalah maksimal sekitar 20.458 euro per hari, atau setara dengan sekitar Rp 400 juta rupiah. Total biaya maksimal yang dapat diberikan per kasus cedera adalah 7,5 juta euro, dengan durasi waktu cedera maksimal 365 hari.
Dengan perkiraan Raphinha menepi selama 35 hari, Barcelona kemungkinan akan memperoleh kompensasi paling banyak sekitar 716.030 euro. Jika dikonversi dengan kurs yang relevan dari nilai harian yang disebutkan, jumlah ini setara dengan sekitar Rp 14 miliar.




