Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, memastikan kompetisi Liga 1 Putri akan mulai bergulir pada Oktober 2026. Langkah awal ini akan melibatkan enam klub sebagai fondasi untuk membangun ekosistem sepak bola putri yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir saat ditemui seusai menghadiri pertandingan FIFA Matchday: Women’s Garuda Championship Series 2026 antara Timnas Indonesia melawan Kamboja di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, pada Selasa (9/6/2026).

Target Enam Klub sebagai Fondasi Awal

Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan untuk memulai dengan enam klub merupakan strategi untuk memastikan fondasi yang kuat bagi kompetisi ini. “Rencananya sekitar Oktober. Tetap rencana dengan enam klub terlebih dahulu,” kata Erick.

Menurutnya, kebutuhan akan kompetisi putri semakin mendesak seiring dengan perkembangan program pembinaan usia muda yang telah dijalankan PSSI selama beberapa tahun terakhir. PSSI kini memiliki sekitar 50 ribu pemain putri dalam database mereka, hasil dari program grassroots selama tiga tahun terakhir.

Wadah Pengembangan Pemain Putri

Dengan adanya kelompok usia U-17, U-20, hingga level senior, kompetisi dinilai menjadi kebutuhan esensial agar para pemain memiliki wadah untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka. Tanpa liga, potensi para pemain ini dikhawatirkan tidak akan tersalurkan secara optimal.

“Ketika sekarang grassroots sudah memiliki sekitar 50 ribu dalam database selama tiga tahun terakhir. Dengan adanya kelompok usia U-17, U-20, dan senior. Maka liga harus mulai berjalan agar para pemain memiliki wadah kompetisi. Kalau tidak ada liga, nanti para pemain ini akan bermain di mana,” ucap Erick Thohir, menegaskan urgensi dimulainya Liga 1 Putri.

PSSI berharap Liga 1 Putri dapat benar-benar dimulai pada tahun ini, meskipun masih dalam skala terbatas, sebagai langkah konkret untuk memajukan sepak bola putri di Tanah Air.