Kasus pramugari palsu maskapai Batik Air berinisial KN kembali menjadi sorotan publik setelah muncul tuduhan mengejutkan di media sosial. Setelah sebelumnya viral karena mengaku korban penipuan rekrutmen kerja, kini KN diduga terlibat dalam jaringan prostitusi daring.
Pada Januari 2026, KN sempat menjadi perbincangan hangat lantaran aksinya menyamar sebagai pramugari menggunakan seragam penerbangan. Ia mengaku melakukan hal tersebut untuk menutupi rasa malu kepada orang tuanya setelah menjadi korban penipuan rekrutmen kerja yang merugikannya hingga tiga puluh juta rupiah.
Namun, narasi yang beredar saat ini justru berbanding terbalik dengan pengakuan awal KN. Seorang kreator konten di TikTok membagikan video yang membongkar dugaan motif sebenarnya di balik aksi penyamaran tersebut.
Dugaan Keterlibatan dalam Jaringan Prostitusi
Dalam video viral tersebut, kreator konten menyampaikan pernyataan tegas terkait motif di balik penyamaran KN. “Itu semua cuman marketing buat naikin tarif dia. Yes, bener banget, naikin tarif dia sebagai wanita open BO,” ujarnya.
Kreator konten itu juga menyinggung adanya keterlibatan pihak lain yang diduga berperan sebagai penyalur utama dalam jaringan tersebut. “Buat yang YTTA aja ya, ada papi dengan inisial JC itu baru ketangkep Polda Bandung di Jakarta,” ungkapnya, merujuk pada seorang muncikari.
Lebih lanjut, kreator konten tersebut menjelaskan bahwa jaringan “papi JC” diduga melibatkan berbagai profesi. “Banyak banget PSK dari bawahan dia yang kerjanya itu sebagai model, influencer, pramugari, termasuk si kakak-kakak ini,” jelasnya.
Dugaan keterlibatan KN dengan muncikari berinisial JC ini sontak memberikan sudut pandang yang sangat mengejutkan bagi warganet. Sebelumnya, publik merasa bersimpati dan menganggap KN murni sebagai korban penipuan lowongan pekerjaan yang kehilangan banyak uang.
Kronologi Penyamaran dan Respons Maskapai
Dalam insiden aslinya, KN diketahui secara sengaja membeli atribut dan seragam maskapai penerbangan melalui toko daring. Ia kemudian mengenakan seragam tersebut saat melakukan penerbangan dengan rute dari Palembang menuju Jakarta.
Penyamaran KN akhirnya berhasil dibongkar oleh kru asli Batik Air saat ia berada di dalam kabin pesawat. Maskapai Batik Air sendiri telah menegaskan bahwa atribut yang digunakan KN bukanlah inventaris resmi mereka dan KN bukan merupakan pegawai maskapai.
Meskipun sempat diamankan oleh pihak kepolisian di bandara, kasus dugaan penipuan ini tidak dilanjutkan ke ranah hukum. Pihak kepolisian tidak menemukan unsur pidana yang kuat sehingga permasalahan ini diselesaikan melalui jalan damai.
Tawaran Sekolah Pramugari dan Efek Halo
Setelah insiden penyamaran tersebut menjadi viral, KN justru mendapatkan tawaran pendidikan sekolah pramugari secara cuma-cuma. Namun, video terbaru di media sosial mengklaim bahwa tawaran tersebut juga dimanfaatkan untuk mendongkrak popularitasnya.
Kreator konten TikTok tersebut juga menegaskan bahwa penggunaan atribut profesi bergengsi di dunia nyata sering kali disalahgunakan. Praktik semacam ini diduga bertujuan untuk mematok harga yang jauh lebih tinggi dalam kegiatan endorsement maupun layanan lain.
Kasus dugaan penipuan oleh pramugari palsu ini kembali menyoroti fenomena bahaya efek halo di tengah dinamika masyarakat modern. Fenomena ini merujuk pada kecenderungan masyarakat awam yang sangat mudah percaya dan tertipu hanya pada penampilan luar saja.
Hingga Jumat, 27 Februari 2026, belum ada pernyataan klarifikasi resmi dari pihak KN terkait tuduhan jaringan prostitusi ini. Kebenaran mengenai seluruh klaim dari video viral di aplikasi TikTok tersebut saat ini masih menjadi tanda tanya besar di publik.




