Marcel Radhival, yang dikenal sebagai Pesulap Merah, kini menjadi sorotan publik setelah munculnya tudingan serius dari pihak keluarga almarhumah istrinya, Tika. Marcel diduga kuat menggunakan praktik pesugihan demi meraih kekayaan dan popularitas yang ia miliki saat ini. Tudingan ini mencuat pasca wafatnya Tika akibat sakit yang dideritanya sejak lama.
Kecurigaan Keluarga dan Klaim Dukun
Berdasarkan informasi yang beredar dalam video di kanal Maia Aleldul TV, keluarga almarhumah Tika menaruh kecurigaan bahwa kesuksesan Marcel, dari seorang penjual gorengan menjadi artis, bukan semata-mata hasil kerja keras. Mereka menduga ada keterlibatan kekuatan gaib yang meminta imbalan tertentu, memicu kegaduhan di berbagai platform media sosial.
Tudingan mengenai tumbal ini kabarnya bermula dari pernyataan seorang dukun yang mendatangi kantor almarhumah sebelum ia meninggal dunia. Dukun tersebut mengklaim bahwa Marcel telah melakukan perjanjian di sebuah gunung untuk mendapatkan harta melimpah. Selain itu, pesona Marcel di hadapan wanita juga dikaitkan dengan bantuan makhluk halus oleh pihak keluarga.
Bantahan Tegas Pesulap Merah
Menanggapi tuduhan tersebut, Marcel Radhival secara tegas membantah seluruh praktik ilmu hitam di hadapan Maia Estianty. Ia menyatakan bahwa dirinya adalah sosok yang paling tidak percaya pada hal-hal mistis.
Marcel merasa ironis karena profesinya selama ini justru membongkar praktik penipuan berkedok sihir atau perdukunan di Indonesia secara masif. “Saya orang yang paling enggak percaya gituan kok bisa dituduh begitu?” tegas Marcel Radhival.
Isu Tumbal dan Poligami yang Memanas
Konflik ini semakin memanas karena adanya narasi dari sepupu almarhumah yang menyebut Marcel tega menjadikan istrinya sendiri sebagai tumbal. Pihak keluarga merasa Tika telah dikorbankan demi kelancaran karier dan bisnis yang sedang dijalani oleh Marcel. Tuduhan ini disampaikan tanpa adanya bukti fisik yang kuat selain dari klaim sepihak dukun tersebut di masa lalu. “Tega-teganya ee ngadiin ee keponakan aing ee jadi tumbal gitu,” ucap Marcel Radhival menirukan tudingan keluarga almarhumah.
Selain isu pesugihan, masalah poligami yang dilakukan Marcel dengan Ratu Rizky Nabila juga menjadi pemicu kemarahan keluarga besar Tika. Pernikahan siri tersebut dilakukan pada tahun 2022 saat almarhumah sedang berjuang melawan penyakit anemia aplastik. Keluarga merasa tindakan Marcel sangat tidak berempati terhadap kondisi kesehatan istri pertamanya kala itu.
Penjelasan Marcel dan Pembelaan Ratu Rizky Nabila
Marcel menjelaskan bahwa keputusan untuk berpoligami didasari oleh urgensi tertentu dan telah mengikuti syariat agama Islam. Namun, ia mengakui bahwa dari sisi adab, keputusannya memang melukai banyak pihak, terutama keluarga istri pertama. Ia menyebut bahwa poligami yang dijalaninya tidak semudah yang dibayangkan banyak orang dan penuh dengan kerumitan batin.
Ratu Rizky Nabila, yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga memberikan pembelaan mengenai posisinya sebagai istri kedua. Ia menyatakan telah berusaha menjaga perasaan almarhumah selama pernikahan mereka berlangsung secara rahasia. Ratu bahkan sempat mengajukan khulu atau cerai karena merasa tidak enak hati melihat kondisi Tika yang terus menurun akibat kanker.
Terdapat pula isu mengenai perjanjian rahasia yang menyebutkan bahwa Ratu Rizky Nabila tidak diperbolehkan hamil sebelum istri pertama. Namun, pada kenyataannya Ratu sempat mengandung meskipun akhirnya mengalami keguguran. Hal ini menambah daftar panjang ketidaksukaan keluarga Tika terhadap pasangan tersebut karena dianggap melanggar kesepakatan tertulis mereka.
Ketidakhadiran Marcel dan Tuduhan Penelantaran
Almarhumah Tika sendiri diketahui mengidap penyakit kanker yang cukup parah hingga harus menjalani tiga kali operasi besar di Bandung. Pada operasi terakhir yang menyebabkan Tika meninggal dunia, Marcel diketahui tidak hadir mendampingi. Ketidakhadiran ini menjadi senjata bagi pihak keluarga untuk terus menyerang kredibilitas Marcel sebagai seorang suami.
Marcel berdalih bahwa dirinya tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai jadwal operasi ketiga dari pihak keluarga Tika di Bandung. Ia merasa komunikasi sengaja diputus sehingga dirinya tidak bisa memberikan dukungan di saat-akhir. Marcel baru mengetahui kabar duka tersebut saat ia sedang dalam perjalanan kerja menuju wilayah Jawa Tengah.
Pihak keluarga Tika juga menuduh Marcel menelantarkan istri pertamanya secara finansial dan meminta ganti rugi biaya rumah sakit. Marcel membantah hal tersebut dan bersumpah bahwa dirinya tetap memberikan nafkah serta membiayai pengobatan almarhumah. Ia merasa difitnah oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan nama baiknya dengan menggunakan isu harta benda pribadi.
Hingga saat ini, Marcel dan Ratu masih berusaha untuk menjalin komunikasi dengan ibu kandung almarhumah Tika guna meminta maaf secara langsung. Namun, upaya tersebut selalu menemui jalan buntu karena adanya blokade dari pihak keluarga lainnya.




