Sejumlah pesawat militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di Kuwait pada Senin (2/3/2026) dini hari. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan AS di kawasan Teluk, serta pencegatan drone oleh Kuwait.
Kementerian Pertahanan Kuwait memastikan seluruh awak pesawat yang terlibat dalam insiden tersebut selamat dan dalam kondisi stabil. Mereka telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Penanganan insiden ini dilakukan berkoordinasi dengan pasukan AS.
Peristiwa jatuhnya pesawat militer AS ini bertepatan dengan hari ketiga serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk. Serangan Iran merupakan respons atas serangan AS dan Israel terhadap Iran sebelumnya. Pada hari yang sama, Kuwait juga melaporkan telah mencegat sejumlah drone yang diidentifikasi sebagai ancaman.
Dalam insiden terpisah, asap terlihat membumbung dari sekitar kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait City. Seorang saksi mata kepada Reuters menyebutkan, mobil pemadam kebakaran dan ambulans tampak berada di lokasi. Hingga laporan ini diturunkan, Kedutaan Besar AS di Kuwait maupun Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Media pemerintah Iran, mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengklaim bahwa pasukan Iran telah menghantam sebuah pesawat AS yang kemudian jatuh di Kuwait. IRGC melalui akun X (sebelumnya Twitter) menyatakan, “Good news for IRAN????American fighter jets shoot down…Crash in Kuwait ????????”
Sebuah video yang diverifikasi oleh Reuters, dan disebut direkam di wilayah Al Jahra, memperlihatkan sebuah pesawat militer jatuh dari langit. Dalam video tersebut, satu orang juga terlihat terjun payung. Otoritas Kuwait tidak merinci jumlah pasti pesawat yang terlibat dalam insiden ini.
Di lokasi lain, dua pekerja mengalami luka ringan akibat puing yang jatuh di kilang Mina Al-Ahmadi. Informasi ini disampaikan oleh Perusahaan Perminyakan Nasional Kuwait melalui platform X.
Kedutaan Besar AS di Kuwait telah mengeluarkan peringatan kepada warganya terkait ancaman lanjutan serangan rudal dan drone. Warga AS diminta untuk tidak mendatangi kedutaan, berlindung di tempat aman, berada di lantai paling bawah bangunan, menjauh dari jendela, dan tidak keluar rumah.
Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Kuwait, seperti dikutip kantor berita negara, menyatakan tidak ada korban luka setelah sistem pertahanan udara mencegat sebagian besar drone di kawasan Rumaithiya dan Salwa. Saksi Reuters juga melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan keras pada Senin pagi di Dubai dan Doha, ibu kota Qatar. Suara dentuman dan sirene sebelumnya juga terdengar di Kuwait.
Teheran sebelumnya menyatakan akan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan setelah Washington dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu. Selain itu, Iran dilaporkan menyerang sejumlah area sipil dan komersial di berbagai kota Teluk, memperluas dampak konflik terhadap pusat-pusat penerbangan dan perdagangan utama di kawasan tersebut.




