Persija Jakarta berhasil menorehkan sejarah baru di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Selasa (24/2) malam WIB. Macan Kemayoran menjadi satu-satunya tim yang mampu menaklukkan benteng kokoh Malut United di kandangnya musim ini, setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 dalam lanjutan Super League.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah deklarasi kekuatan dan mental juara Persija dalam perburuan takhta Super League. Sebelumnya, Stadion Gelora Kie Raha dikenal angker bagi tim tamu. Dua raksasa papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC, harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk di markas Malut United.
Pertarungan Sengit di Kandang Lawan
Sejak peluit awal dibunyikan, tensi pertandingan langsung memanas. Malut United tampil agresif di hadapan pendukungnya, berambisi mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang. Namun, Persija datang dengan determinasi tinggi, siap menghadapi tekanan dan meladeni setiap serangan.
Adu taktik, fisik, dan mental tersaji sepanjang 90 menit. Gol demi gol tercipta dalam tempo tinggi, menunjukkan kualitas kedua tim yang saling berbalas serangan. Skor akhir 3-2 untuk keunggulan Persija menjadi bukti nyata bahwa Macan Kemayoran tak gentar menghadapi medan paling berbahaya sekalipun.
Kemenangan ini terasa semakin heroik mengingat Persija harus menuntaskan laga dengan sepuluh pemain. Bek Aditya Warman menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90, memaksa tim bertahan mati-matian di detik-detik krusial. Lini belakang Persija berdiri kokoh, menahan gelombang serangan Malut United yang berupaya menyamakan kedudukan hingga peluit panjang berbunyi.
Momentum Kebangkitan Persija
Keberhasilan menaklukkan Malut United di kandang lawan ini mengukuhkan rentetan tiga kemenangan beruntun Persija. Momentum kebangkitan ini terjadi setelah mereka sempat takluk dari Arema FC pada pekan ke-20. Bali United, PSM Makassar, dan kini Malut United menjadi korban keganasan Macan Kemayoran dalam tiga laga terakhir.
Fakta bahwa Persija menjadi satu-satunya tim yang mampu mencuri poin penuh dari Stadion Gelora Kie Raha musim ini memberikan makna mendalam. Di saat rival-rival seperti Persib dan Borneo FC gagal, Persija justru keluar sebagai penakluk, mengirimkan pesan keras kepada para pesaingnya di papan atas Super League.




