ACEH, PINTUE.CO – Upaya pemulihan konektivitas pascabencana di Aceh menunjukkan progres signifikan. Dari total 301 jembatan yang menjadi target program rehabilitasi dan rekonstruksi, sebanyak 192 unit telah rampung dan kembali fungsional. Sementara itu, 109 unit jembatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Pembangunan jembatan-jembatan ini merupakan bagian integral dari penanganan pascabencana yang diemban oleh Satuan Tugas (Satgas) Jembatan TNI Angkatan Darat di Aceh. Proyek ini mencakup 60 Jembatan Bailey, 136 Jembatan Armco, dan 105 Jembatan Perintis.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengapresiasi kinerja Satgas Jembatan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini memberikan dampak langsung terhadap percepatan pemulihan konektivitas masyarakat.

“Kerja Satgas Jembatan sangat luar biasa di lapangan. Kerja riil dan sangat berpengaruh untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera,” ujar Tito, dikutip dari laman Kementerian Dalam Negeri pada Senin, 10 Agustus 2026.

Pemulihan jembatan-jembatan ini krusial dalam membuka kembali akses masyarakat yang sebelumnya terputus. Kini, warga dapat kembali menjangkau sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, lahan pertanian, serta berbagai layanan publik lainnya dengan lebih mudah.

Progres Pemulihan di Tiga Provinsi Sumatera

Secara lebih luas, penanganan jembatan di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai total 597 unit. Dari jumlah tersebut, 415 jembatan telah rampung dan 182 lainnya masih dalam proses pemasangan.

Berdasarkan jenisnya, progres pemulihan jembatan di tiga provinsi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Jembatan Bailey: Dari 107 unit, 75 unit telah selesai.
  • Jembatan Armco: Dari 243 unit, 219 unit telah rampung.
  • Jembatan Perintis atau jembatan gantung: Dari 247 unit, 121 unit telah selesai.

Selain jembatan, pemulihan juga mencakup jaringan transportasi lainnya. Laporan harian Satgas PRR per 1 Agustus 2026 menunjukkan bahwa seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak di ketiga provinsi telah kembali fungsional.

Sementara itu, pada jaringan jalan daerah, sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas terdampak telah kembali berfungsi. Adapun jembatan daerah yang kembali fungsional mencapai 821 dari 1.184 unit yang sebelumnya terdampak bencana.