Para mantan pengrajin figura di kawasan Sukalila Selatan, yang lapaknya kini telah terpencar, menghadapi penurunan jumlah pembeli yang signifikan selama bulan puasa tahun ini. Kondisi ini disebut sebagai dampak langsung dari pembongkaran lapak mereka pada Desember lalu.
Pembongkaran bangunan liar yang berlokasi di sempadan Sungai Sukalila pada Desember silam telah menyebabkan sejumlah pengrajin figura kehilangan tempat usaha. Meskipun demikian, sebagian dari mereka kini telah kembali aktif berjualan, berupaya bangkit dari keterpurukan.
Sebelumnya, terdapat 35 pengrajin figura yang terpusat di Sukalila. Namun, pasca-pembongkaran, hanya sebagian kecil dari jumlah tersebut yang masih melanjutkan usahanya. Mereka tidak lagi beroperasi di satu lokasi, melainkan telah berpencar ke berbagai wilayah seperti Pagongan, Majasem, KS Tubun, hingga Tangkil.
Di tengah momen Ramadan, para pengrajin mengakui adanya penurunan omzet dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, mereka tetap optimistis dan memprediksi bahwa penjualan akan kembali meningkat secara bertahap setelah perayaan Idulfitri.
Untuk dapat terus menyambung hidup, sebagian pengrajin terpaksa mengambil langkah untuk menyewa lapak baru. Keputusan ini menjadi pilihan utama demi mempertahankan mata pencarian mereka di tengah tantangan yang ada.




