Pelatih tim nasional Belgia, Rudi Garcia, secara tegas meminta anak asuhnya untuk melupakan status sebagai tim unggulan menjelang laga krusial melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Peringatan ini disampaikan Garcia menyusul tersingkirnya dua tim favorit, Jerman dan Belanda, secara mengejutkan di fase gugur.
Pertandingan antara Belgia dan Senegal dijadwalkan berlangsung di Seattle Stadium pada Kamis, 02 Juli 2026, pukul 03.00 WIB. Garcia menekankan bahwa hasil mengejutkan yang terjadi sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa tidak ada jaminan bagi tim favorit untuk melangkah mulus di turnamen ini.
“Yang terjadi kemarin menjadi bukti bahwa label favorit tidak berarti apa-apa. Kami harus tetap fokus dan menghormati lawan jika ingin terus melaju di turnamen ini,” tegas Garcia dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Jerman harus angkat koper lebih awal setelah takluk dalam adu penalti dari Paraguay, sementara Belanda juga bernasib serupa usai disingkirkan Maroko. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi De Rode Duivels.
Pelatih asal Prancis itu juga menilai Senegal bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Meskipun hanya lolos sebagai peringkat ketiga grup, Garcia menyoroti kualitas wakil Afrika tersebut yang dinilainya jauh lebih baik dari yang tercermin di klasemen, mengingat mereka harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Prancis dan Norwegia di fase grup.
“Senegal memiliki kecepatan dan kekuatan fisik yang luar biasa. Kami harus memainkan pertandingan terbaik untuk bisa mengalahkan mereka. Jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia, kami harus siap mengalahkan tim-tim kuat,” ujarnya, menegaskan pentingnya performa maksimal dari Kevin De Bruyne dan kawan-kawan.




