Laga final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dipastikan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Panitia penyelenggara telah menyiapkan pengamanan superketat dengan mengerahkan 1.284 personel gabungan di dalam dan sekitar Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Jumat, 07 Agustus 2026.

Alasan Final Digelar Tertutup

Keputusan untuk menggelar pertandingan final secara tertutup ini bukan tanpa alasan. Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi panjang dan intensif dengan aparat keamanan, mulai dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali hingga Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Menurut Arya, pembahasan mendalam telah dilakukan sejak rencana pemindahan lokasi semifinal dan final dari Surabaya ke Bali diputuskan. Dari serangkaian evaluasi dan diskusi bersama, seluruh pihak terkait sepakat bahwa pertandingan puncak tersebut harus digelar tanpa penonton maupun suporter untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

“Setelah diputuskan mengenai perpindahan, kami koordinasi sebelumnya dengan Polda Bali. Di sana ada koordinasi dan disampaikan juga oleh Polda Bali dan hasil diskusi,” kata Arya Sinulingga, menegaskan proses pengambilan keputusan yang melibatkan banyak pihak.

Ia menambahkan, kesepakatan ini juga melibatkan berbagai pihak di luar panitia penyelenggara, menunjukkan konsensus bersama dalam menjaga kelancaran dan keamanan ajang sepak bola bergengsi tersebut.