MILAN-CORTINA – Tim short track kembali menunjukkan perjuangan berat untuk bersaing di level tertinggi dunia pada ajang Milan-Cortina. Hingga pertengahan Februari 2026, harapan untuk meraih medali di cabang olahraga yang sangat kompetitif ini semakin menipis.

, satu-satunya wakil Inggris Raya di nomor short track putra, harus mengakhiri kiprahnya lebih awal setelah mengalami serangkaian insiden di nomor 500m, 1000m, dan 1500m. Kegagalan Treacy di babak penyisihan, termasuk insiden penalti di nomor 1000m karena dianggap mengganggu atlet lain, mengakhiri asa Inggris Raya untuk meraih medali pertama di cabang ini sejak Nicky Gooch meraih perunggu pada Olimpiade Lillehammer 1994.

Situasi ini mencerminkan tantangan yang lebih besar yang dihadapi oleh program short track Inggris Raya selama bertahun-tahun. Sejak debut resmi short track di Olimpiade Albertville 1992, belum ada atlet Britania Raya yang berhasil meraih medali emas. Meskipun pernah menjadi salah satu harapan medali, seperti pada Olimpiade PyeongChang 2018 dengan tim yang lebih besar, performa tim Inggris Raya terus mengalami pasang surut.

Analisis performa terkini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara atlet Inggris Raya dengan negara-negara kuat seperti Korea Selatan, Belanda, dan Kanada. Kesenjangan ini tidak hanya terlihat dari kecepatan murni, tetapi juga dalam eksekusi taktik balapan yang krusial di olahraga ini. Negara-negara adidaya seperti Korea Selatan, yang telah mengumpulkan 53 medali Olimpiade (termasuk 26 emas), terus mendominasi cabang olahraga ini.

Untuk dapat bersaing di masa depan, program short track Inggris Raya perlu melakukan evaluasi mendalam dan komitmen jangka panjang. Peningkatan dalam identifikasi dan pengembangan talenta muda, akses terhadap kepelatihan berkualitas, serta adopsi metodologi latihan yang inovatif menjadi kunci. Selain itu, adaptasi strategis dalam menghadapi lanskap kompetisi global yang semakin ketat, di mana negara-negara unggulan terus berinvestasi besar dalam teknologi dan metode pelatihan, juga sangat krusial.

Olimpiade Musim Dingin 2026 yang diselenggarakan di Milan-Cortina ini menjadi bukti bahwa Inggris Raya masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk mengejar ketertinggalan di cabang olahraga short track. Harapan kini tertuju pada atlet muda seperti Niall Treacy yang masih berusia pertengahan 20-an, untuk terus berkembang dan membawa perubahan di Olimpiade mendatang.