Milan-Cortina kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan dominan di Olimpiade Musim Dingin dengan mencatatkan rekor 17 medali emas pada ajang Milan-Cortina 2026. Prestasi gemilang ini melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang oleh Norwegia, yaitu 16 emas di Olimpiade Beijing 2022. Dominasi ini semakin diperkuat dengan total 37 medali yang diraih Norwegia hingga hari ke-14 kompetisi, kokoh di puncak klasemen sementara.

Rekor Emas dan Dominasi Atlet

Pencapaian rekor 17 emas ini dipastikan setelah meraih emas di nomor mass start 15 km biathlon putra pada Jumat (20/2/2026). Keberhasilan Norwegia tidak lepas dari performa luar biasa para atletnya, salah satunya adalah . Bintang ski lintas alam ini menyapu bersih lima nomor yang diikutinya, meraih lima medali emas. Dengan total 10 medali emas Olimpiade sepanjang kariernya, Klaebo kini menjadi atlet dengan koleksi emas terbanyak dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin, mensejajarkan dirinya dengan legenda renang Amerika Serikat, Michael Phelps.

Budaya Olahraga dan Sistem Pembinaan

Kesuksesan Norwegia di Olimpiade Musim Dingin bukanlah fenomena instan, melainkan hasil dari sistem yang telah dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun. Ketua delegasi Norwegia, Tore Oevreboe, menjelaskan bahwa rahasia di balik dominasi mereka terletak pada budaya olahraga yang mengakar sejak dini. Sejak kecil, anak-anak di Norwegia terbiasa dengan aktivitas fisik luar ruangan, seperti bermain ski dan kegiatan musim dingin lainnya. Budaya ini menekankan kebahagiaan anak-anak, akses yang setara terhadap olahraga, dan berbagi keahlian, bukan semata-mata mengejar hasil cepat.

Selain itu, Norwegia juga menerapkan sistem pembinaan yang terstruktur dan dukungan komunitas yang kuat. Negara ini berfokus pada partisipasi, kenikmatan, dan pengembangan keterampilan fisik serta sosial yang mendukung kemajuan jangka panjang. Norwegia juga mendorong berbagi pengetahuan antar cabang olahraga untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif. Pendekatan ini, ditambah dengan dukungan finansial yang stabil dan filosofi yang menempatkan olahraga sebagai kegembiraan bersama, menjadi fondasi kesuksesan mereka.

Investasi Jangka Panjang

Sejarah kesuksesan Norwegia juga tidak lepas dari investasi jangka panjang dalam olahraga. Setelah penampilan yang mengecewakan di Olimpiade Calgary 1988, Norwegia memutuskan untuk berinvestasi besar dalam olahraga performa tinggi menjelang Olimpiade Lillehammer 1994. Pendirian Pusat Pelatihan Nasional dan alokasi dana pemerintah memungkinkan profesionalisasi olahraga dan dukungan bagi para atlet. Fasilitas kelas dunia, seperti yang ada di NTG Lillehammer, turut berperan dalam mencetak atlet-atlet berprestasi.

Dominasi di Berbagai Cabang

Dominasi Norwegia terlihat merata di berbagai cabang olahraga musim dingin. Hingga hari ke-14 Olimpiade Milan-Cortina 2026, mereka telah mengumpulkan medali dari biathlon (11 medali), ski lintas alam (10 medali), lompat ski (5 medali), *speed skating* (4 medali), *nordic combined* (3 medali), serta ski alpen dan *freestyle skiing* (masing-masing 2 medali). Keunggulan ini menunjukkan kedalaman dan kekuatan program olahraga Norwegia secara keseluruhan.