Milan, Italia di Milan dan Cortina d’Ampezzo, Italia, telah resmi ditutup pada Minggu, 22 Februari 2026. berhasil mengukuhkan diri sebagai juara umum dengan total perolehan 40 medali, termasuk 18 medali emas, 11 perak, dan 11 perunggu. Pencapaian ini menjadikan Norwegia sebagai negara dengan raihan emas terbanyak dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.

Dominasi Norwegia dan Sejarah Klaebo

Keperkasaan Norwegia di ajang olahraga musim dingin kembali terbukti di edisi 2026 ini. Dominasi mereka terlihat sejak awal kompetisi, terutama di cabang ski lintas alam dan biathlon. Puncak prestasi Norwegia datang dari , yang berhasil memecahkan rekor dengan meraih enam medali emas. Emas keenamnya diraih pada nomor 50 km mass start putra, menjadikannya salah satu atlet tersukses dalam sejarah Olimpiade.

Amerika Serikat dan Tuan Rumah di Papan Atas

menempati posisi kedua dalam klasemen akhir dengan total 32 medali, terdiri dari 11 emas, 12 perak, dan 9 perunggu. Kontingen Paman Sam menunjukkan performa luar biasa, terutama di hari-hari terakhir kompetisi, termasuk kemenangan tim hoki es putra atas Kanada di final. Tuan rumah Italia juga tampil solid, menduduki peringkat keempat dengan 30 medali, termasuk 10 emas, 6 perak, dan 14 perunggu. Italia sendiri berhasil mencetak rekor medali emas terbanyak dalam sejarah partisipasi mereka di Olimpiade Musim Dingin.

Debut Ski Mountaineering dan Momen Bersejarah

Olimpiade Musim Dingin 2026 juga menandai debut ski mountaineering sebagai cabang olahraga Olimpiade. Ajang ini juga mencatatkan sejarah bagi negara-negara non-tradisional di olahraga musim dingin, seperti Brasil yang berhasil meraih medali emas pertamanya.

Penutupan di Verona

Upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2026 digelar di Verona Arena, sebuah amfiteater Romawi kuno yang bersejarah. Momen ini sekaligus menjadi penanda penyerahan estafet tuan rumah kepada Prancis untuk Olimpiade Musim Dingin 2030.