Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menegaskan komitmennya untuk tetap berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026, meskipun mengambil sikap memboikot Amerika Serikat. Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas, Iran kini tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan fase grup mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, secara tegas menyatakan sikap negaranya. “Kami akan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia. Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi tidak Piala Dunia,” ujar Taj dalam video yang dirilis kantor berita Fars.

Berdasarkan jadwal awal, Timnas Iran dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan fase grup di Amerika Serikat. Turnamen akbar empat tahunan ini sendiri akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Langkah untuk memindahkan lokasi pertandingan ini dipicu oleh kekhawatiran keamanan yang meningkat, terutama setelah serangkaian serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran. Kedutaan Besar Iran di Meksiko juga merilis pernyataan yang mengaitkan keputusan tersebut dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

“Ketika Presiden Donald Trump secara tegas menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan bepergian ke Amerika,” demikian bunyi pernyataan dari Kedutaan Besar Iran di Meksiko.

Menanggapi situasi ini, FIFA menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi secara rutin dengan seluruh federasi peserta, termasuk Iran, guna membahas persiapan Piala Dunia FIFA 2026. Organisasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa turnamen tetap direncanakan berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut menyampaikan harapannya agar semua tim dapat berpartisipasi dengan menjunjung tinggi semangat fair play dan saling menghormati. Namun, jika rencana pemindahan laga fase grup terealisasi, tantangan baru akan muncul pada fase gugur.

Iran berpotensi menghadapi Amerika Serikat di babak 32 besar jika kedua tim finis sebagai runner-up grup. Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Texas, Amerika Serikat.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, telah menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah pertandingan Iran jika memang diperlukan. Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko akan menunggu keputusan resmi dari FIFA terkait hal ini.

Di tengah ketidakpastian lokasi pertandingan, Timnas Iran tetap melanjutkan persiapan timnya. Mereka dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Nigeria dan Kosta Rika di Turki pada akhir bulan ini.

Situasi ini jelas mencerminkan bagaimana ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat turut berdampak pada dunia sepak bola. FIFA kini berada di tengah upaya untuk menjaga kelangsungan turnamen sesuai jadwal dan prinsip-prinsip olahraga.