Rabu, 08 April 2026 – Persija Jakarta tengah berada di bawah tekanan besar menjelang fase akhir BRI Super League 2025/26. Di saat setiap poin krusial untuk perburuan gelar, Macan Kemayoran justru gagal menjaga momentum positif, mencatatkan tiga pertandingan tanpa kemenangan.

Rangkaian hasil minor ini membuat posisi Persija dalam perebutan gelar juara semakin sulit. Dengan hanya menyisakan delapan pertandingan, margin kesalahan bagi tim asuhan Thomas Doll ini kian menipis.

Performa Menurun di Fase Krusial

Dalam tiga laga terakhir, Persija Jakarta hanya mampu meraih dua hasil imbang dan satu kekalahan. Mereka ditahan imbang 2-2 oleh Borneo FC dan 1-1 oleh Dewa United di kandang sendiri. Puncaknya, Persija harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-3.

Catatan ini tentu menjadi sorotan tajam, mengingat ambisi besar Persija untuk merengkuh gelar juara musim ini. Penurunan performa di saat-saat genting seperti ini berpotensi menggagalkan upaya mereka.

Manajemen Ungkap Kekecewaan

Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, tidak menutupi kekecewaannya atas hasil yang diraih tim. Ia mengakui bahwa performa tim dalam beberapa laga terakhir jauh dari ekspektasi manajemen.

“Hasil yang diraih Macan Kemayoran dalam tiga laga terakhir jauh dari harapan manajemen,” tegas Bambang Pamungkas, menyoroti performa tim yang belum memuaskan.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi serius di internal tim untuk segera menemukan solusi agar Persija Jakarta dapat kembali ke jalur kemenangan dan menjaga asa meraih gelar BRI Super League 2025/26.