Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, di wilayah Semarang, Jawa Tengah, pada dini hari 3 Maret 2026. Fadia Arafiq diamankan bersama dengan dua orang kepercayaannya dalam operasi senyap tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penangkapan ini di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada tanggal yang sama. Fadia Arafiq diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan jasa outsourcing dengan aliran dana mencapai sekitar Rp19 miliar.
Penangkapan Fadia Arafiq ini sontak kembali menyoroti rekam jejaknya, terutama cara sang bupati menanggapi aduan masyarakat di media sosial. Sebuah unggahan di akun Threads @khaniiif pada Kamis, 5 Maret 2026, membagikan tangkapan layar komentar netizen di akun Instagram resmi Fadia Arafiq.
Respons Viral Bupati Pekalongan Terhadap Aduan Warga
Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang netizen dengan akun @fatih_hasani1 melaporkan kondisi jalan rusak. “Bu mau lapor, jalan dari pasar bojong ke surobayan jalannya rusak banyak berlubang cukup dalam sekitar 4-7cm, ada sekitar 20+ lobang,” tulisnya.
Akun Instagram @fadiaarafiq.official kemudian membalas komentar tersebut dengan nada yang dinilai publik cukup keras. Balasan tersebut berbunyi: “@raya_aulia_rakhman mulutmu kalau ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko! Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo??? Jangan sampai dicari koe, rak iso kasih pertanggungjawabkan omonganmu! #admin“.
Balasan ini sempat viral dan memicu beragam reaksi dari warganet. Namun, klarifikasi mengenai respons tersebut sempat disampaikan oleh admin media sosial Fadia Arafiq. Hal ini diketahui melalui unggahan Threads @pekalonganpost pada 3 Agustus 2025 lalu.
Mawa, selaku tim admin media sosial Bupati Pekalongan, menjelaskan bahwa balasan tersebut bukan ditujukan kepada pelapor jalan rusak. “Assalamu’alaikum, saya Mawa selaku tim admin sosial medianya Bu Fadia, Bupati Pekalongan. Ini yang saya jawab bukan orang yang nanya jalan, tapi orang yang dari dulu zaman kampanye selalu nyerang ibu. Selalu berkomentar negatif tentang ibu,” ungkap Mawa.
Mawa kemudian menunjukkan komentar netizen lain, @raya_aulia_rakhman, yang menjadi pemicu emosinya. Komentar tersebut berbunyi: “Peresmian RS Ki Ageng sedayu kapan bu? Kabare anggaran sekian ora metu? Terus waktu kemarin ono acara neng Ketandan Wiradesa dipanggil ora teko? Kenapa bu? Wedi diperiksa kah?“
Admin media sosial tersebut mengakui terpancing emosi karena komentar yang dianggapnya sebagai serangan dan fitnah berkelanjutan. “Orang ini dari zaman kampanye sampai sekarang selalu nyinyiri dan fitnah ibu. Kadang saya tahan amarah ketika dia DM, tapi di kasus yang ini emosi saya agak meninggi dan kesabaran saya hilang akhirnya saya balas dengan yang viral saat ini. Sekali lagi saya minta maaf ya bu, saya lakukan ini semata-mata saya tidak terima ibu difitnah,” pungkas Mawa.
Terpisah, Fadia Arafiq sendiri sempat membantah keterlibatannya dalam OTT KPK. Sementara itu, kerabatnya, Fairuz A Rafiq, memilih untuk mendoakan dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.




