KilatNews.co – Lombok Tengah, Kuliah Kerja Nyata atau KKN yang dilaksanakan oleh kelompok 61 Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur di Desa Mekar Damai, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi para mahasiswa yang terlibat. Lebih dari sekadar program akademik, KKN juga menjadi ruang pembelajaran tentang kehidupan yang tidak ditemukan di bangku kuliah.

Ketua KKN Desa Mekar Damai, Qomaruzzaman, mengungkapkan bahwa berakhirnya sesi KKN yang dilaksanakan mulai November 2025 hingga Januari 2026 M membawa perasaan campur aduk antara lega dan haru.

“Ada rasa lega karena satu tugas besar telah selesai, tapi juga haru karena begitu banyak kenangan yang tertinggal bersama masyarakat,” ujarnya, 10/02/2026.

Menurutnya, KKN merupakan pengalaman yang sangat berharga, karena mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori, tetapi juga langsung berbaur dengan masyarakat, merasakan realitas sosial secara nyata, serta belajar memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat desa.

KKN Desa Mekar Ramai

Program Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan adalah penanaman bibit pohon di beberapa wilayah desa. Program ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bentuk kontribusi nyata para mahasiswa kepada desa.

Qomaruzzaman menegaskan bahwa keberhasilan KKN terletak pada kerja keras dan aksi nyata sesuai dengan namanya.
“Solusi dalam menjalankan KKN itu sangat sederhana: bekerja, bukan hanya berbicara,” tegasnya.

Menariknya, selama pelaksanaan KKN hampir tidak ada kendala berarti bagi para mahasiswa. Hal ini tidak terlepas dari sikap masyarakat Desa Mekar Damai yang dikenal ramah, terbuka, dan mudah diajak bekerja sama.

Hubungan yang Tak Terputus

Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat lokal tidak berhenti ketika KKN berakhir. Beberapa kegiatan besar desa setelah KKN bahkan masih melibatkan mahasiswa.

“Hubungan kami dengan masyarakat bukan sekadar baik, tapi berlanjut. Sampai sekarang kami masih diminta hadir dalam acara-acara desa,” ungkapnya.

Kekompakan dan budaya tolong-menolong masyarakat Desa Mekar Damai menjadi nilai sosial yang paling membekas bagi mahasiswa.

Tidak hanya serius, KKN juga dipenuhi cerita-cerita lucu dan tingkah laku tak terduga yang menciptakan kenangan tak terlupakan di antara anggota kelompok.

Lebih jauh lagi, KKN membentuk kepekaan sosial mahasiswa.
“Kami merasa menjadi pribadi yang lebih peduli. KKN mengajarkan bahwa susah dan senang itu harus dijalani bersama,” katanya.

Qomaruzzaman selaku kordes menyampaikan pesan mendalam:
“Jadilah manusia yang bermanfaat bagi semua orang dan jangan membenci siapa pun. Pertemuan dalam kelompok KKN ini adalah bentuk silaturahmi paling dalam untuk menjalankan kebersamaan dan amanah.”

Ia juga berharap Desa Mekar Damai terus berkembang, terutama dalam bidang pembangunan dan infrastruktur, agar ke depannya bisa menjadi desa yang lebih unggul dan lebih maju di Kabupaten Lombok Tengah.

“Sesuai namanya, Mekar Damai adalah desa yang tenteram dan damai. Semoga ke depannya dapat semakin maju,” pungkasnya.