Deden Almansur (50), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Subang, menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh 60 kilometer. Perjalanan ini dilakukan setelah putranya berhasil lolos seleksi Bintara TNI Angkatan Darat (AD) pada Jumat, 27 Februari 2026. Uniknya, Deden menempuh perjalanan panjang ini saat bulan puasa, di mana dahaga dan lapar menjadi tantangan tersendiri.

Memulai langkah dari perbatasan Kabupaten Bandung Barat menuju Wisma Karya Subang, Deden mengenakan kaus TNI AD yang biasa dipakai oleh anaknya. Ia mengaku niat tulusnya menjadi pendorong utama untuk terus melangkah, meskipun harus berhadapan dengan rasa haus dan lapar yang menguras energi.

“Alhamdulillah ini nazar saya, ketika anak saya lolos seleksi dan ditempatkan bertugas di TNI AD, maka saya akan berjalan kaki dari perbatasan Kabupaten Bandung Barat hingga ke Wisma Karya, Kabupaten Subang,” ujar Deden, menjelaskan motivasi di balik perjalanannya.

Perjalanan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu memang menguras fisik. Namun, Deden tetap teguh pada janjinya. Ia menceritakan bahwa putranya, Rimba Aditiya, yang merupakan alumni SMAN 1 Subang, telah mengikuti seleksi TNI AD sebanyak tiga kali dan selalu gagal. Namun, Deden tak menyerah dan terus mendorong anaknya untuk mencoba lagi.

Kegigihan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada seleksi keempat, Rimba Aditiya berhasil lulus dengan hasil memuaskan dan kini ditempatkan di Brigif TP34 Cakra Buana, Batalyon TP 889 Gagak Winangsih, Indramayu. Deden, yang pernah menjadi Anak Buah Kapal (ABK) sebelum menjabat Kepala Bidang Koperasi DKUPP Subang, merasa sangat bangga.

“Ini berkah mu ya Allah, anak saya akhirnya di tempatkan bertugas di Brigif TP 889 Cakra buana,” kata Deden penuh syukur. Ia menyadari bahwa mengikuti seleksi TNI AD bukanlah perkara mudah, melainkan membutuhkan persiapan matang dari segi fisik, materi, dan mental.

Deden dikenal sebagai sosok ayah yang mendidik kedua anaknya, hasil pernikahannya dengan Tri Lestari, dengan disiplin tinggi. Oleh karena itu, ia bersyukur melihat hasil dari didikan kerasnya selama ini. Rekan Deden, Hari, mengaku terharu dengan perjuangan Deden sebagai orang tua.

“Seorang ayah yang bertanggung jawab pada keluarga dengan cara mendidik yang penuh kedisiplinan,” kata Hari, memuji dedikasi Deden. Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyampaikan harapannya agar para orang tua dapat mendidik anak-anaknya dengan semangat juang.

“Untuk para orangtua didik anaknya dengan semangat dan perjuangan dalam menggapai cita – citanya,” pesan Gubernur Jabar, menegaskan pentingnya dukungan orang tua dalam meraih impian anak.